Sabtu, 08 Oktober 2016

Shabr!

"Tau akhirnya seperti ini, saya menyesal pernah kenal dia. Meski hanya tiga bulan. Dia memang tidak menjanjikan apapun, tidak menjanjikan akan datang ke rumah, tidak menjanjikan mimpi2 apapun pada saya. Tapi saya yang salah menempatkan harap. Hal ini yang bikin saya ragu waktu membolehkan seseorang untuk mengenalkan dia pada saya. Sekali lagi, saya takut nantinya saya terlalu berharap. Sebab ini bukan kali pertama bagi saya. Saya kecewa ketika tahu bahwa dia tidak hanya mencoba kenal dengan seorang wanita saja, yaitu saya. Ternyata ada sosok yang lain juga yang sedang ia dekati. Memang tak ada hak bagi saya untuk melarangnya. Saya terlanjur berbesar hati ketika dia sharing tentang hal-hal rumah tangga. Saya terlanjur GR, ketika dia bertanya pendapat saya soal komitmen-komitmen menuju sebuah ikatan pernikahan. Saya terlanjur GR dan mengira bahwa dengan ia bertanya begitu, maka membuktikan bahwa ia ingin serius dengan saya. Hanya pada saya.
Dan betapa sakitnya saya, saat ia saling tag tentang video2 yang berbau pernikahan pada seseorang wanita yang bukan saya.
Saya simpulkan ternyata ia tidak hanya kenal dekat dengan saya saja, dan mungkin pertanyaan-pertanyaannya pada saya pun ia tanyakan juga pada wanita lainnya.
Ia telah runtuhkan bongkahan es dalam diri saya, bongkahan es yang menyebabkan saya dipandang dingin terhadap laki-laki. Bongkahan es yang selalu jadi benteng saya untuk menjaga batas bergaul, berkomunikasi selain dengan mahrom saya.
Sekarang saya harus merenovasi ulang bongkahan es yang runtuh itu, seraya berdoa kepada Allah semoga bongkahan es ini kokoh, kuat, dan hanya bisa meleleh oleh orang yang tepat dan terbaik menurutNya."

Ya Allah, beri kesabaran dan kekuatan untuk sahabatku ini. Gantikan kesedihan hatinya dengan kebahagiaan. Berkahi hidupnya, semoga rasa sakitnya dan kesabaran ia atas rasa sakit tersebut, Engkau hitung sebagai ibadah ya Allah. Aamiin

Jumat, 08 Juli 2016

Jangan rusak skenarioNya

Biarkan. Biarkan berjalan seperti biasanya.
Jangan mengupayakan untuk bertemu.
Karena sedekat apapun, kalau tak Allah ijinkan bertemu tetap tidak akan bertemu.
Biarkan. Biarkan mengalir sesuai alirannya.
Tak usah kau percepat, tak usah diperlambat.
Segalanya pasti kan bertemu di waktu yang tepat.

Sabtu, 04 Juni 2016

Sama

Masih sama.
Belum berubah.
Ga beda.
Rindu yg belum berubah,
Pada objek yg belum berganti,
Di suatu kota sana.

Semoga kita masih sama,
Dan semoga Dia persatukan kita nanti di rumah yg sama.

Kita aamiin kan sama-sama ya..

04 Juni 2016
16.23 WIB

Minggu, 10 April 2016

my follower

Assalamu'alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Salam hangat untuk orang-orang terdahsyat, semoga selalu dalam keadaan sehat.. :)

Untuk beberapa kakak perempuan yang memiliki adik perempuan atau kakak laki-laki yang memiliki adik laki-laki, yang umurnya ga terlalu jauh beda pasti punya pengalaman selalu diikuti sama adiknya. Hmm ga semua sih, tapi kebanyakan ya gitu..

Hehe.. ingin share soal pengalaman pribadi nih..
Aku punya adik perempuan, umurnya denganku hanya berbeda tiga tahun. Cukup dekat bukan bedanya?
Hahaha makanya kelihatan kayak temenan bukan kayak kakak adik, dan bahkan tinggi badannya pun lebih tinggi dia, ga jarang juga aku dikira adiknya. Hoho..

me and my beloved sister ^_^
Dari SD, sampai sekarang mau kuliah, maunya ngikutin terus aku (bukan maksudnya geer ya). SD nya maunya sama kayak aku, lulus SD nya dilanjut juga di SMP yang sama, SMA nya pun ga mau beda..
"Mau ke SMA 3 aja kayak teteh.." Katanya
Heloooo.. padahal dia itu bisa masuk loh ke SMA 2 atau SMA 1 yang dicap favorit di kotaku, tapi entah dia lebih ingin 'seperti teteh'nya.. (terharu)

Sekarang, sudah di akhir SMA pun kejadiannya sama lagi, ingin kuliah di kampus dimana tetehnya dulu kuliah. Sama-sama pengen jadi alumni diploma IPB. Ini yang semakin menguatkan bahwa she's really my follower :)

Kalau dipikir-pikir mah apa coba yang harus diikutinnya dari diri ini? Bicara akademik, adikku lebih WOW prestasinya dibanding aku.

"Kenapa harus jadi kayak teteh kalau Dinda bisa jadi lebih baik dari teteh? Dan bahkan memang sudah seharusnya Dinda mengungguli teteh"
Kalimat yang belum pernah diucapkan langsung, tapi tiap kali ngobrol selalu menjurus ke situ maknanya (Semoga Dinda paham).

cita-cita yang tertulis di kamar kostnya :')
Kasus yang sama terjadi pada adikku nomor 2 (anak ke-4 di keluarga) yang usianya hanya berbeda 1,5 tahun dengan adiknya (anak ke-5 di keluarga). Apa-apa yang dikerjakan, apa-apa yang dimakan, apa-apa  yang dipakai, selalu diikutin.
Kalau si bungsu ini disuruh mandi pasti nanya dulu, "A Adan sih udah mandi belom teh?"
"A Adan tadi pake baju apa teh?"
"A Adan main kemana teh?"
Hehehehe serba ingin sama seperti kakaknya.. :)

Ini hanya analisis sederhana dari seorang kakak saja, dengan mengambil sampel dari apa yang terjadi pada diri sendiri dan keluarga terdekat, hmm serta sedikit cerita juga dari seorang adik tingkat yang merasakan jadi seorang adik yang ingin seperti kakaknya.

Untuk para kakak, jadilah kakak yang baik, yang penyayang pada ayah dan ibu serta adik, karena dengan begitu insyaAllah followermu puun akan menjadi pribadi yang baik lagi penyayang pada ayah ibu serta pada dirimu.

#AyoBenahiDiri #JadiContohYangBaik
#KakakPenyayang #LoveMySister

Her dream
Oh iya.. mohon doanya ya, semoga adikku diterima di diploma IPB.
Doa yang baik tanpa diketahui orang yang didoakan itu salah satu doa yang mustajab, kan??
Dan bahkan dengan begitu malaikat pun akan meng-aamiin-kan dan mendoakan hal yang sama pula untuk kita yang mendoakan, iya kan?
Mohon dibantu yaa ^_^


Cirebon, 10 April 2016
22.58 WIB



Sabtu, 26 Maret 2016

Partner hijrah

Assalamu'alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh..
Kaifa haluk? Ana bi khoir, alhamdulillah.
Hehe sesekali menyapa pakai bahasa yang berbeda gapapa ya? Biar ga bosen.
Partner hijrah. Ya, partner hijrah. Siapa? Dialah ibuku, ibu Ida Laelatus Saidah, partner hijrahku.
Bahkan beliau sudah hijrah lebih jauh dariku, beliau lebih semangat, lebih istiqomah, hmm hampir totalitas berhijrah lah bisa dibilang seperti itu.
Aku salut padanya, semangat dan aktifnya beliau dalam menuntut ilmu syar'i, dalam kegiatan-kegiatan positif sangat memberikan keteladanan bagiku.

"Mamah mah akselerasi percepatan ibadah, dulu banyak waktu yang terbuang. Mumpung masih dikasih umur, jadi harus dimanfaatkan untuk kebaikan neng."

Hijrah itu perlu proses tapi perlu ada progress. Cepat. Ya, progress beliau bisa kubilang cepat. Kebiasaan-kebiasaannya pun berubah. Senin s.d. sabtu beliau full mengajar, senin dan jumat malam hadir kajian rutin di mesjid rumah. Sabtu dan ahad sore ada tahsin. Ahad paginya ada belajar bahasa arab. Ah, iri sekali rasanya melihat hari-hari beliau yang begitu produktif.

Beliau tak pernah lelah mendoakan, menasihati, dan mengingatkan kebaikan-kebaikan pada putra-putrinya.

"Neng, nih, dek.. Ai tos shalat teh jangan lupa berdzikir dulu. Sebentar juga ga apa-apa.."
"Neng.. kalau bisa mah tiap hari teh selain menunaikan shalat lima waktu yang wajib, kerjakan juga shalat sunnah rawatibnya, barangsiapa yang menunaikan shalat sunnah rawatib 12 rakaat setiap hari, kelak di akhirat akan dibangunkan rumah di syurga untuknya."
"Nih.. tiap sebelum tidur teh kalau bisa mah berwudhu dulu."

Taukah apa yang menjadi cita-cita/harapannya pada kelima putra-putrinya? Saaaaangat sederhana. Beliau hanya ingin putra-putrinya jadi anak-anak yang sholih/sholihah. Beliau tak mengharapkan putra-putrinya mempunyai karir yang cemerlang.
"Bagi mamah, bahagianya mamah itu ketika melihat anak-anak mamah rajin ibadahnya dan dekat dengan Al qur'an. Kalau anak mamah itu sudah berkeluarga, ya mamah akan merasa bahagia ketika melihat keluarganya itu rukun."

Cita-cita yang sederhana kalau kita memandangnya dari sisi dunia.

Allaahummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kamaa rabbayaani shaghiiraa




Cirebon, 26 Maret 2016
23:23 WIB


Minggu, 06 Maret 2016

I've got married, sist.

Barokallahulaka wa baroka 'alaika wa jama'a bainakuma fii khoir, adik.

Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah.

Semoga diberi keturunan yang sholih/sholihah, yang mampu menjadi penyejuk mata Dan jiwa bagi kedua orangtua.

Semoga bisa menjadi seorang nahkoda yang mampu membawa bahtera rumahtangga menuju syurgaNya.

Satu rahasiaNya kini terjawab, bahwa satu diantara banyak fulan di dunia ini ternyata bukan dia yang akan menjadi jodoh si fulanah. (Kutipan teman, dengan sedikit mengalami editan)

Bersabar..
Ingat, "Sampaikanlah berita gembira pads orang-orang yang bersabar.."

Benahi diri, karena boleh jadi besok bahkan mungkin sedetik kemudian jodoh yang lebih pasti yang akan datang melamar duluan. Ya. Kematian.


Cirebon, 06 Maret 2016
00.36 WIB

Minggu, 14 Februari 2016

M2M @Daarut Tauhiid

Assalamu’alaykum Sahabat.. weekend yang beda dari biasanya nih. Karena bukan jadwalnya untuk pulang kampung, weekend kali ini dipakai untuk safar menuju majelis ilmu. Safar nya kali ini ke Daarut Tauhiid, Geger kalong, Bandung. Ini bukan hal yang kebetulan, tapi memang sudah direncanakan dari akhir bulan lalu. Begitu tau ada kabar akan ada acara M2M (Malam Muhassabah Muslimah) di pekan kedua dan waktunya alhamdulillah ga bentrok sama jadwal pulang, maka diniatkan lah aku kesana.
Aku berangkat dari kosan sekitar pukul 11 siang, semua perlengkapan mabit seperti peralatan cuci muka, sikat gigi, mukena, mushaf, bekal makan dan minum sudah disiapkan. Dari kosan naik kolt putih sampai ke terminal rawa bango, lalu pindah naik bus hiba putra jurusan sukabumi – bandung (leuwi panjang), di leuwi panjang naik lagi damri jurusan leuwi panjang – ledeng, turun di geger kalong, jalan ke gangnya sekitar 300-400 meter. 


Oh iya.. belum ngasih tau, hmm seperti biasa, aku kesana sendiri. Hehe, takut? Alhamdulillah engga, da ada Allah. Lagian kan safar nya bertujuan baik, jadi insyaAllah akan selalu dijaga sama Allah. Pukul 5 sore aku sampai di DT, sepanjang jalan dari gang sampai DT bersliweran akhwat-akhwat berjilbab lebar dan ikhwan-ikhwan bercelana cingkrang plus janggut tipis. Hmm pemandangan khas para aktivis. Jadi ngingetin di IPB, di kampus Dramaga khususnya.

Awalnya disana cengo sendirian, lala lolo gitu.. tapi tiba-tiba ada yang ngajak kenalan. #cieeeeh..
Etttt... ettt.. ett.. jangan sampai suudzon dulu ya, yang ngajak kenalan nya akhwat kok, namanya Teh Leli. Teh Leli ini dari Majalengka, ia dateng ke acara M2M karena kebetulan lagi jenguk adiknya yang kuliah di UPI. Ga lama kemudian, pas acara kajian mau dimulai, kami dapet kenalan baru, namanya Teh Veny. Hmm materi kajian M2M ini berjudul Jomblo sampai nikah, hehe kata ustadznya itu judul bahasa posternya. Kalau secara bahasa fikihnya sih Menjaga Iffah ^_^
Materinya disampaikan oleh Ust. Hanan Attaki, Lc dari pukul 20.00 WIB s.d. 22.00 WIB. Review tentang materinya aku share di postingan yang lain ya.. Pokoknya ngena deh, dan bikin seorang Devita Augina Hermawan ini jadi kembali termotivasi lagi untuk berbenah diri.

Setelah kajian selesai, aku terpisahkan dari Teh Leli dan Teh Veny, nah disini nih mulai ngerasa agak-agak sedih kayak ga punya temen, lala lolo bangeeeeeettt... tapi tiba-tiba ada seorang teteh-teteh yang ngajakin untuk gabung dengan kelompoknya, alhamdulillah kenalannya nambah lagi, yaitu Teh Navita, Teh Ilma, dan Nila. Kita barengan sampai selesai shalat shubuh jamaah, sekitar pukul 6 aku pamit pulang lebih dulu ke mereka. Jam setengah 7 pagi aku baru naik damri, dan di leuwi panjang nyampe sekitar pukul 7 dilanjut naik bus MGI jurusan bandung-sukabumi, turun di terminal pasir hayam dilanjut naik kolt putih lagi sampai di cimacan.. Alhamdulillah, perjalanan pulang lebih cepat daripada perjalanan berangkat. Pukul 11 siang aku sudah sampai lagi di kosan. Safar yang menyenangkan J

Sabtu, 30 Januari 2016

Flashback : Sahabat Bimbingan PKL

Assalamu’alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh
            Apa kabar sahabat? Semoga senantiasa dalam keadaan sehat dan selalu dikokohkan semangatnya untuk meraih setiap keberkahan dalam hidup ya. Aamiin
Dua pekan ini sibuk jadi manusia kalong (Curcol dikit) hehe, pekan lalu shift tiga dan pekan ini shift dua, barulah pekan depan kembali menjadi manusia normal lagi.
Bukan.. bukan mau cerita seputar kerjaan, tapi lagi mau cerita tentang masa-masa tingkat akhir kuliah nih, tepatnya masa-masa PKL. Hari jumat lalu, salah seorang adik tingkat di Ankim sekaligus adik di keluarga FR yaitu Ila mengabarkan bahwa dirinya kini dibimbing oleh Bapak Adi Santoso selama PKL nanti. Lalu????
Nah disini titik mula aku jadi pengen cerita seputar masa-masa PKL yang didalamnya ada masa-masa sibuk ketemuan sama dosen pembimbing, karena dulu dosen pembimbingku juga beliau, Bapak Adi Santoso (Prof Dr Drs Adi Santoso, MSi). Masa-masa bimbingan itu masa-masa sering bolak-balik ke Balai Kehutanan Bogor. Ya, selain menjadi dosen, Pak Adi juga seorang peneliti di Balai Kehutanan. Beliau itu sibuuuuuuukkk banget dan supppeeeeerrr on time. Ga heran, kalau jalan juga cepet banget. Salut deh sama beliau. Sangat-sangat disiplin waktu. Dan hebatnya, meski sibuk tapi selalu beliau sediakan waktunya untuk membimbing kami. Alhamdulillah, tim bimbingan kami bisa dibilang tim yang rutin bimbingan.
Hanya tersisa kenangan di Grup WA
Dulu... mahasiswa/i Ankim IPB angkatan 49 yang dibimbing oleh Pak Adi ada 8 orang, yaitu aku, Dhea, Thesa, Fitri, Vinda, Syara, Safra, dan Efitra. Merekalah sahabat bimbinganku. Sahabat yang saling support dan saling ngingetin kalau ada jadwal bimbingan. Aku sangat ingat dengan pesan Pak Adi saat pertama kali bimbingan yang mengatakan bahwa selama masa-masa PKL sampai ujian sidang nanti kami ini bagaikan satu tim, maka harus kompak, harus saling membantu dan peduli. Terenyuh banget rasanya.
“Saya mengharapkan ke depannya kalian harus saling mengingatkan temannya, bahkan sampai saat ujian sidang pun saya berharap kalau ada salah satu diantara kalian yang sedang sidang, maka teman-teman yang lain harus menunggu di luar ruangan sidang untuk membantu dia.”
Beliau selalu memberikan motivasi dan nasihat untuk anak-anak bimbingannya. Terlebih lagi ketika H-1 menjelang hari ujian sidangku, beliau menasihatiku agar tak lupa menjaga kesehatan dengan tak lupa makan dan istirahat yang cukup serta jangan merasa tegang tapi tetaplah tenang. Hmm berasa diingetin sama ayah sendiri..
Bicara soal Pak Adi, aku jadi teringat akan ilmu padi, yang semakin berisi maka ia akan semakin merunduk. Aku lihat itu di diri beliau. Beliau adalah seorang yang bertitel profesor, dan juga sangat bijak dalam memberi penilaian terhadap mahasiswa/i nya. Bukan hanya secara akademik saja yang beliau nilai, tapi secara sikap keseharian pun menjadi bahan pertimbangan beliau dalam memberikan nilai terhadap mahasiswa/i nya. Beliau itu selalu memudahkan urusan mahasiswa/i nya. Ya, kurasa memang seperti itu. Semoga dengan kebaikannya tersebut, Allah permudah pula segala urusan-urusan beliau.. Aamiin
            Menjadi salah satu anak bimbingannya adalah salah satu kemudahan yang Allah berikan padaku selama masa-masa tahapan menuju toga. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah.. J



Ditulis dengan segenap rasa rindu pada Pak Adi & sahabat-sahabat bimbinganku,



Devita Augina Hermawan

Senin, 18 Januari 2016

Hadza Sayamurru, Devita.

Hadza sayamurru..

Ini akan berlalu..

Akan berlalu, Devita..

Dua kata penguat untuk beberapa waktu ke depan. Ya, Hadza sayamurru..

Bahkan mpah pun tadi pagi sebelum pamit sempat menguatkanku dengan mengatakan, "Tenang, nanti mah cari yang di Cirebon aja, ga perlu jauh-jauh."
Disitu tersirat bahwa jauh yang saat ini ku tempuh akan berlalu..

Semoga akan berlalu dengan akhir yang indah.

Ditulis ketika akan bersiap menjadi manusia kalong,

Devita Augina Hermawan

Minggu, 17 Januari 2016

Nyoba resep : Bikin Es krim Susu (1)

Assalamu'alaykum Sahabat..

Mau sharing nih, hari minggu kemarin aku nyoba praktek bikin es krim susu yang resep nya aku dapet dari facebook. Bukan iseng atau sekedar mengisi kekosongan gitu sih tapi emang udah diniatin pas pulang ke rumah mau nyoba itu resep dan alhamdulillah berhasil ^^
Hasilnya ga sempet difoto dan waktu proses pembuatannya pun ga sempat didokumentasiin (Huhu maafkan).

Yuk langsung intip aja resepnya 😊

Bahan-bahan yang digunakan :

🌸 2 sachet dancow bubuk
🌸 2 1/2 gelas air (1 gelas gunakan air hangat untuk susu)
🌸 12 sdm gula pasir
🌸 3 sdm tepung kanji (pengganti tepung maizena, hehe #ngirit.com)
🌸 1 sdt cake emulsifier (SP/tbm/ovalet)

Langkahnya :

1. Larutkan dua sachet susu bubuk dancow dalam 1 gelas air hangat.
2. Larutkan 3 sdm tepung kanji dalam 1 1/2 gelas air.
3. Campur dan aduk kedua bahan tersebut hingga tepungnya larut dan tambahkan 12sdm gula pasir.
4. Rebus hingga berbentuk seperti vla dan meletup-letup.
5. Matikan api dan pindahkan ke wadah lain serta biarkan di suhu ruang sampai dingin.
6. Masukkan ke dalam freezer selama kurang lebih 2-3 jam sampai bubur susu tadi bentuknya jadi seperti puding.
7. Cake emuksifier (SP) dicairkan dengan cara ditim.
8. Bubur susu yang telah berbentuk seperti puding dikeluarkan dari freezer dan pindahkan ke wadah lain yang lebih besar untuk kemudian dihancurkan menggunakan garpu.
9. Tambahkan SP yang telah dicairkan tadi.
10. Mixer dengan kecepatan tinggi hingga lembut dan mengembang (kurang lebih 20 menit).
11. Tuang ke dalam beberpa wadah lain yang ukurannya kecil (cup es krim) dan masukkan ke dalam freezer. Biarkan hingga membeku.
12. Es krim susu pun siap untuk disajikan ^^

Catatan : Bila ingin dibuat berbagai varian rasa,  bubur susu yang sudah berbentuk puding tadi dibagi menjadi beberapa bagian. Dan masing-masing bagiannya ditambahkan perasa (Strawberry bisa pakai pop ice rasa strawberry, Coklat bisa pakai coklat batang yang sudah dilelehkan, dan varian rasa yang lain), baru kemudian dimixer.

Sumber: https://cookpad.com/id/resep/484136-es-krim-susu-homemade?ref=search

Silakan dicoba ^^
Alhamdulillah kan dapet ilmu baru buat ntar kalau punya si kecil yang suka es krim. Hehe
Hemat, sehat, dan halal tentunya karena kita sendiri yang bikin.

Mudah-mudahan bisa bermanfaat.

Dari yang suka belajar,
Devita Augina Hermawan

Sabtu, 09 Januari 2016

Jangan ikut-ikutan

9 Januari 2016

Alhamdulillah, hari ini berlalu biasa saja. Tak ada ucapan2 seperti tahun-tahun sebelumnya (Karena udh disetting supaya orang2 ga tau dan ga inget), tak ada perayaan khusus jg baik dari oranglain maupun dari diri pribadi. Karena memang hari ini ga butuh dirayakan. Biarkan berlalu begitu saja, seperti hari-hari biasanya.
Sebetulnya sudah dari 2 tahun yang lalu, inginnya tiap tanggal ini itu ga perlu ada kejutan-kejutan apapun, ucapan-ucapan apapun, atau doa-doa yang dikhususkan di hari ini. Sebab mendoakan teman atau oranglain itu bisa kapan aja kan? Tiap hari juga bisa kan? Dan bukankah itu lebih baik? Tak harus di hari yang dikhususkan sebagai harinya si dia (re : ulangtahun). Tapi, sahabat-sahabatku kala itu masih banyak yg memberi ucapan-ucapan, kado, bahkan kejutan-kejutan pula untukku. Kuanggap itu sebagai bentuk perhatian mereka padaku, Alhamdulillah i'm so happy to have them. Dan semoga Allah mengampuni dosa-dosa kami yang mungkin tanpa kami sadari apa yang dilakukan kala itu sudah termasuk ke dalam suatu perayaan dan jelas hal tersebut tak dicontohkan oleh rasulullah.
Muslimah itu ga boleh tasyabbuh toh?
Yang perlu diingat adalah sisa hidup, jatah usiamu makin berkurang. Isilah dengan amal-amal kebaikan. Itu saja.

Setiap hari adalah kesempatan untuk berbuat baik. Tetap Tersengat! 😊

Liburan yang bertemakan "Jalan-jalan"

Assalamu’alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh

Apa kabar Sahabat?
Semoga selalu dalam keadaan sehat dan dilindungi oleh Allah SWT yaa..

Ingin sedikit berbagi cerita ketika ketiga adikku berlibur kesini.. Ya, kesini.. ke Cimacan.. Sebuah perkampungan atau desa di kabupaten Cianjur yang kini jadi tempat aku mengadu nasib. Haha #LebayModeON

Mereka berlibur kesini hanya tiga hari, hmm bentar banget ya? Hehe itu karena sisa hari libur laginya dipakai aku yang berlibur ke Cirebon (re: mudik). Gantianlah.. aku juga ingin liburan kan kayak mereka..

Hari pertama, aku ajak mereka ke Kebun Raya Cibodas. Kami berangkat KRC dari kostan sekitar pukul 13.00 WIB, seusai kedua adikku sholat Jumat. Sengaja kami berangkat ke KRC nya siang hari, supaya Abdan dan Fairuz (Adik laki-lakiku nomor 4 dan 5) bisa sholat jumat dan kebetulan jarak kostan ke Cibodasnya juga dekat, bisa ditempuh dengan waktu sekitar 20 menit saja. Selagi Abdan dan Fairuz sholat jumat, aku dan Dinda (adik perempuan yang nomor 3) menyiapkan bekal makan dan minum untuk dibawa ke KRC. Hehehe mau botram disana ceritanya mah..

Dari Cimacan kita jalan kaki dulu sampai pertigaan di dekat RSUD Cimacan. Belok ke kanan itu arah Cibodas, dan bila lurus itu ke arah Cianjur/Bandung. Kalau sahabat ada yang ingin ke KRC, insyaAllah aksesnya mudah. Kalau dari arah Jakarta/Bogor, bisa naik BUS Doa Ibu (Bus trayek Tasik-Jakarta via Puncak), BUS Karunia Bakti (Bus trayek Garut-Jakarta via Puncak), BUS Marita (Bus trayek Cianjur-Jakarta) yang biasanya ada di Terminal Kp. Rambutan, Ps. Rebo atau bila di Bogor, sahabat bisa menjumpai ketiga Bus tersebut di daerah Ps. Ciawi. Selain itu bisa juga naik mobil Colt putih yang biasanya nangkring di daerah Botani Square Bogor, hehehe kalau kata temen-temen kuliah dulu mah mobil tersebut sering disebut sebagai mobil setan ^^
Kalau dari arah Bandung bisa naik Bus Doa Ibu dan Bus Karunia Bakti tersebut di perempatan dekat gerbang tol Cileunyi atau di dekat gerbang tol Padalarang ke arah Jakarta via puncak.
Setelah naik kendaraan-kendaraan tersebut, sahabat turun di pertigaan Cibodas (Patokannya dekat RSUD Cimacan ya), atau mudahnya bilang saja sama kondektur Bus nya, “Cibodas nya mang..”. Ongkos dari Jakarta ke Cibodas sekitar RP. 20.000, sedangkan bila dari Ciawi ongkosnya RP. 15.000. Ongkos dari Bandung (Cileunyi) ke Cibodas sekitar RP. 25.000. Dari pertigaan tersebut, kita mesti naik angkot lagi untuk bisa sampai ke KRC. Angkotnya warna kuning trayek Cipanas-Cibodas rarahan, ongkosnya sekitar RP. 3000.

Harga tiket masuk ke KRC sebesar RP. 9500 per orang. Harga yang cukup murah untuk sebuah liburan wisata alam dalam rangka melepas penat.

Di depan pintu gerbang masuk Kebun Raya Cibodas
          
Panorama alamnya indah dan udaranya yang dingin padahal siang hari loh, hehe bikin nambah semangat kami berempat untuk menjelajah isi KRC. Awal masuk KRC, aku dan Dinda udah riiweuh motret sana-sini, alhasil Abdan pun yang udah penasaran pengen jalan ke dalem-dalem KRC nya jadi bete. Hahaha

Noh.. Abdan mah malah berbalik badan waktu diajak selfie, hehe maklum udah bete.

Seneeeeeeeeeng rasanya bisa ngajak mereka bertiga liburan, maklum ya aku mah da waktu kecilnya kurang liburan alias ga pernah kamamana kalau libur sekolah jaman dulu, jadi ya gini deh punya tekad mengajak adik-adikku menjelajah kemana aja. Jangan sampe kayak teteh ya dek.. Yang baru tau kota-kota luar selain Cirebon dan sekitarnya serta baru ngerasain naik KA itu pas udah memasuki usia kuliah. Hiks, miris.

Keceriaan ketiga adikku

Taman Teletubbies. Haha itu sebutan dari aku ya.. karena padang rumputnya yang agak sedikit berbukit mirip dengan yang ada di acara Teletubbies, noh Fairuz aja sampe boboan gitu.. 
Di taman ini pula aku dan ketiga adikku ber-botram ria.. hihihi








Curug Ciismun, salah satu curug (air terjun) yang ada di KRC
Kebun Raya Cibodas ini luas banget, udah gitu jalan disini naik-turun tracknya. Cukup bikin kita ngos-ngosan dan kaki jadi pegal-pegal hehe jalan-jalan disana. Ya... inilah liburan kita, liburan yang penuh dengan ‘jalan-jalan’ haha.. Maafkan teteh ya dek.. belum sempet ngajakin kalian keliling KRC ini pake bus keliling yang ada di KRC. Semua terkendala di dana #ups.. hehe tapi.. sesuai tema kan liburannya, “Jalan-jalan” :D

Rumah Anggrek


Taman Sakura

Akhirnya, jalan-jalan kita di KRC ini ditutup dengan makan Pop Mie di dekat Taman Sakura ini. Lucu sekali rasanya ngeliat raut wajah ketiga adikku yang begitu lahapnya saat makan Pop Mie, hehe saking lelahnya kali ya.. Semoga kalian merasa bahagia ya dek dengan usaha teteh membahagiakan kalian dengan cara yang sederhana ini.. Kalau besar nanti, bahagiakanlah orang-orang yang kalian sayangi ya..


Much Love,
Devita Augina Hermawan

Selasa, 05 Januari 2016

Homesick

Tadinya mau diniatkan buat nulis cerita tentang liburan kemarin. Tapi mood tiba-tiba berubah. Jadi mellow, kangen rumah.. (Padahal wizbiyasa ya devita mah dikit-dikit kangen rumah).
Agak shock mungkin, dari 10 hari kemarin ada di suasana yang rame terus.. cekakak-cekikikan bocah-bocah kecil, suara kejar-kejaran, gulet-guletan nya bocah-bocah di dalem rumah, dan pasti setelahnya ada yang nangis tapi kemudian becanda-becanda lagi.. Nah malem ini udah kembali lagi ke ruangan kotak yang sepi (re : kamar kostan). Sendiri lagi.. sunyi lagi.. bikin ga betah jadinya.
Sekarang di rumah pun juga sepi, pasalnya aku & dinda udah kembali ke peraduan kami masing-masing. Tinggalah dua bocil di rumah beserta mamah dan mpah. Pasti sepi juga, karena ga ada yang bawel bin cerewet kayak aku & dinda. Biasanya kalo ga aku, ya dinda yang suka ngebawelin atau ngomel-ngomel pas dua bocil lagi pada berisik, gulet-gulet, atau bertingkah apa sajalah yang kadang bikin jengkel. Tapiiiii... itu lebih asik daripada harus sepi sendiri kayak gini.
Duh dek, teteh kalian ini sayang banget loh sama kalian..
Setelah mamah dan mpah, kalian lah yang jadi fokus untuk teteh bahagiakan.
Doakan yah supaya teteh bisa kuat dan bertahan disini, jauh dari kalian.

Yg slalu merindukan kebersamaan,
Devita Augina Hermawan

Jumat, 01 Januari 2016

Throwback : Tahap Wisuda

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh
Apa kabar Sahabat? Semoga selalu sehat dan semangat dalam menjalani kehidupan ya..
Masih ingat dengan postingan Tahapan Menuju Toga?
Dalam postingan tersebut diceritakan bahwa tahap akhir dari tahapan menuju toga ialah tahap wisuda. hmmm mau sedikit cerita nih soal wisudaku. Hehe maafkan yah karena ceritanya langsung loncat ke tahap wisuda, padahal tahap PKL, Seminar, Sidang, dll nya belum aku ceritain. Sekarang lagi pengen berbagi cerita seputar wisuda, next aku ceritain juga deh tahap-tahap sebelumnya.

Momen wisuda tahap 1 diploma ipb 49 dilaksanakan pada hari rabu dan kamis tanggal 26 dan 27 Agustus 2015 bertempat di GWW. Untuk program keahlian Analisis Kimia, pelaksanaan wisudanya dilaksanakan di hari rabu. Seminggu sebelum wisuda, tepatnya tanggal 19 Agustus 2015 aku udah hijrah lagi ke Bogor dari Cirebon. Sehari sebelum wisuda, keluargaku datang ke Bogor, tapi ada sedikit yang mengecewakan buatku, yaitu kakakku beserta istri dan anaknya tidak ikut hadir. Padahal aku udah booking 2 kamar penginapan dari jauh-jauh hari sebelumnya namun akhirnya jadi tak terpakai.

Momen wisuda jadi seperti momen mau nikahan. Semua teman-teman perempuan rata-rata dandan di salon, pakai kebaya, ah kayak mau nikahan gitu lah riweuh-riweuhnya. Aku??? Anteng aja, dandan seadanya alias dandan sendiri (untung diajarin dulu sebelumnya sama hesti dan gipeng), itupun make up nya dipinjemin Hesti hehehe.. Bagiku, tampil beda hanya bolehnya nanti.. pas nikahan..

Lupakan soal penampilan, lupakan soal dandan...

Bersama mamah & mpah    
Rasanya bahagia sekaligus lega banget, karena akhirnya aku bisa juga berjuang di Ankim, di Diploma, di IPB. Momen wisuda bagiku ialah momen pembuktianku pada kedua orangtua bahwa selama 3 tahun ini anaknya itu beneran kuliah loh. Bahagia.. terharu.. apalagi pas jalan di karpet merah lalu namaku dipanggil ke depan, trus rektor mindahan tali toga di kepalaku dari kiri ke kanan. "Alhamdulillah..alhamdulillah.." Tak henti-hentinya aku bersyukur pada Allah atas segala pertolonganNya padaku selama masa-masa kuliah..
"Mah.. Pah.. ini untuk kalian.. Momen wisuda ini Neng persembahkan untuk kalian.." Meski aku tak mendapatkan predikat cumlaude, tapi semoga mereka (orangtua) tetap ridho.

Sakral dan khidmat banget yah acara wisuda itu. Ini kali pertama banget buat aku menghadiri acara wisuda, eh bahkan jadi peserta yang diwisudanya ding bukan sekedar hadir.

Keluarga kedua (Forum Rohis IPB Generasi 8)

Untungnya aku punya mereka (Keluarga kedua) selama di Diploma IPB. Ucapan selamat, bunga, senyum hangat dari mereka mewarnai momen wisudaku. I'm so lucky to have u all, guys.. Love u all.

my fams
Kesayangan-kesayangan aku yang pada penyabar. Sebab, sehabis keluar dari GWW aku malah langsung menemui keluarga keduaku. Ga tega abisnya kalo nanti pamit minta ijin buat ninggalin mereka karena mau foto-foto sama temen-temen. Jadi mending langsung foto-foto bareng temen-temen dulu, baru deh abis itu full time-in bareng keluarga. Aaaaaaaa..... I love them so much. Kalau kata SO7 mah kalian itu anugerah terindah yang pernah ku miliki.


Semoga suatu saat bisa ngerasain diwisuda lagi..
Semoga semangat menuntut ilmu dalam diri ini selalu tetap terjaga. Aamiin