Sabtu, 03 Oktober 2015

Ridho Allah bergantung pada Ridho Orangtua

Ridho Allah bergantung pada Ridho Orangtua. Slalu aku ingat dan aku camkan itu dalam benakku. Sahabat.. seberapa seringkah engkau minta doa pada kedua orangtuamu? Banyak terbukti dari seluruh perjalanan hidupku bahwa peran doa orangtua itu sangatlah besar. Aku mulai rutin minta didoakan oleh orangtua sejak lulus SMP dan akan mengikuti ujian masuk SMA. Tiap hari sebelum menjelang ujian masuk SMA, aku belajar dengan keras (Sebagai bukti ikhtiar total) dibarengi dengan doa penuh pengharapan dan doa dari orangtua, utamanya doa ibu.
“Mah.. doakeun neng nya, neng palay SMA di kota..
“Nya, ku mamah didoakeun. Tong hilap neng na oge kudu loba ngado’a, mun bisa mah sing rajin shaum sunnah na.”
Hasilnya? Alhamdulillah sesuai harapan. Hingga saat akan ujian kelulusan SMA sampai akan interview kerja pun selalu aku libatkan peran doa dari orangtua, Karena bagiku kunci ridho Allah yang utama itu ada pada ridho orangtua dulu.
“Mah.. Pah.. Doain neng yaa hari ini mau UN.”
“Mah.. Pah.. Doain neng yaa besok neng ujian kompetensi.”
“Mah.. Pah.. Doain neng yaa minggu depan neng mulai PKL.”
“Mah.. Pah.. Doain neng yaa hari ini mau seminar.”
“Mah.. Pah.. Doain neng yaa besok neng mau sidang kelulusan.”
“Mah.. Pah.. Doain yaa tadi dapet panggilan kerja, besok neng mau interview.”
Hampir semua prosesnya Allah permudah. Aku baru menyadari hal itu sekarang. Yang aku ingat diantaranya kemudahan bisa masuk Diploma IPB, yang meskipun hanya diploma tapi setidaknya di IPB, salah satu PTN gitu loh. Hehe waktu itu banyak juga teman-temanku yang ingin masuk PTN tapi belum bisa tercapai. Berikutnya yang aku ingat itu kemudahan ketika menghadapi ujian kompetensi di kampus. Banyak yang lebih pinter, lebih rajin, lebih-lebih dari aku deh, tapi ujian kompetensinya pernah belum bisa lulus sampai-sampai harus remidial. Sedangkan aku yang biasa-biasa saja, alhamdulillah ga harus susah payah remidial biar bisa lulus. Dapat tempat PKL yang dekat dari kampus dan kostan sehingga ga perlu ngebebanin biaya lagi ke orangtua. Seminar yang bener-bener ga kayak seminar, tapi malah kayak stand up commedy, lancaaaaar dan ga mendebarkan seperti yang aku bayangkan sebelumnya. Kemudian sidang kelulusan, muluuuuuus banget.. tenang.. pembimbing dan pengujinya baik banget, ah mudah lah pokoknya. Sampai ke proses mencari kerja pun, aku libatkan kekuatan doa dari orangtua di dalamnya. Dari 2 interview kerja, alhamdulillah hanya 1 kali aku dinyatakan belum bisa bergabung. Sampai hari ke-11 aku bekerja, aku rutin meminta doa kepada orangtua khususnya ibuku agar diberi kelancaran bekerja.
Lalu wahai sahabatku... seberapa seringkah engkau berdoa untuk kedua orangtuamu?
Yakinlah.. Doa seorang muslim untuk muslim yang lain tanpa diketahui siapapun itu akan di aamiin-kan oleh malaikat, dan secara tidak langsung engkau akan didoakan pula oleh malaikat seperti doa kebaikanmu untuk muslim tersebut. Dahsyat bukan? Nah apalagi berdoa untuk orangtua, mendoakan mereka-mereka yang telah ikhlas membesarkan dan merawat kita. Bukankah itu suatu bentuk berbakti terkecil kita untuk mereka? Ya, kalau lah kita belum bisa membalas jasa mereka, cukuplah kita mendoakan mereka. Dan ingatlah kembali sahabat, bahwa doa anak yang sholih/ah untuk kedua orangtuanya merupakan salah satu dari tiga perkara yang tidak akan terputus amalannya meski orangtua kita telah meninggal.
Oleh karenanya sahabat, berilah doa terbaik kita untuk keduanya.. dan mintalah doa terbaik untuk kita pada keduanya.


Semangat,
Doa terbaik dariku untukmu..
Semoga engkau bisa menjadi penyejuk mata bagi kedua orangtuamu.
Aamiin

Ayo berbirrul walidain J