Sabtu, 30 Januari 2016

Flashback : Sahabat Bimbingan PKL

Assalamu’alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh
            Apa kabar sahabat? Semoga senantiasa dalam keadaan sehat dan selalu dikokohkan semangatnya untuk meraih setiap keberkahan dalam hidup ya. Aamiin
Dua pekan ini sibuk jadi manusia kalong (Curcol dikit) hehe, pekan lalu shift tiga dan pekan ini shift dua, barulah pekan depan kembali menjadi manusia normal lagi.
Bukan.. bukan mau cerita seputar kerjaan, tapi lagi mau cerita tentang masa-masa tingkat akhir kuliah nih, tepatnya masa-masa PKL. Hari jumat lalu, salah seorang adik tingkat di Ankim sekaligus adik di keluarga FR yaitu Ila mengabarkan bahwa dirinya kini dibimbing oleh Bapak Adi Santoso selama PKL nanti. Lalu????
Nah disini titik mula aku jadi pengen cerita seputar masa-masa PKL yang didalamnya ada masa-masa sibuk ketemuan sama dosen pembimbing, karena dulu dosen pembimbingku juga beliau, Bapak Adi Santoso (Prof Dr Drs Adi Santoso, MSi). Masa-masa bimbingan itu masa-masa sering bolak-balik ke Balai Kehutanan Bogor. Ya, selain menjadi dosen, Pak Adi juga seorang peneliti di Balai Kehutanan. Beliau itu sibuuuuuuukkk banget dan supppeeeeerrr on time. Ga heran, kalau jalan juga cepet banget. Salut deh sama beliau. Sangat-sangat disiplin waktu. Dan hebatnya, meski sibuk tapi selalu beliau sediakan waktunya untuk membimbing kami. Alhamdulillah, tim bimbingan kami bisa dibilang tim yang rutin bimbingan.
Hanya tersisa kenangan di Grup WA
Dulu... mahasiswa/i Ankim IPB angkatan 49 yang dibimbing oleh Pak Adi ada 8 orang, yaitu aku, Dhea, Thesa, Fitri, Vinda, Syara, Safra, dan Efitra. Merekalah sahabat bimbinganku. Sahabat yang saling support dan saling ngingetin kalau ada jadwal bimbingan. Aku sangat ingat dengan pesan Pak Adi saat pertama kali bimbingan yang mengatakan bahwa selama masa-masa PKL sampai ujian sidang nanti kami ini bagaikan satu tim, maka harus kompak, harus saling membantu dan peduli. Terenyuh banget rasanya.
“Saya mengharapkan ke depannya kalian harus saling mengingatkan temannya, bahkan sampai saat ujian sidang pun saya berharap kalau ada salah satu diantara kalian yang sedang sidang, maka teman-teman yang lain harus menunggu di luar ruangan sidang untuk membantu dia.”
Beliau selalu memberikan motivasi dan nasihat untuk anak-anak bimbingannya. Terlebih lagi ketika H-1 menjelang hari ujian sidangku, beliau menasihatiku agar tak lupa menjaga kesehatan dengan tak lupa makan dan istirahat yang cukup serta jangan merasa tegang tapi tetaplah tenang. Hmm berasa diingetin sama ayah sendiri..
Bicara soal Pak Adi, aku jadi teringat akan ilmu padi, yang semakin berisi maka ia akan semakin merunduk. Aku lihat itu di diri beliau. Beliau adalah seorang yang bertitel profesor, dan juga sangat bijak dalam memberi penilaian terhadap mahasiswa/i nya. Bukan hanya secara akademik saja yang beliau nilai, tapi secara sikap keseharian pun menjadi bahan pertimbangan beliau dalam memberikan nilai terhadap mahasiswa/i nya. Beliau itu selalu memudahkan urusan mahasiswa/i nya. Ya, kurasa memang seperti itu. Semoga dengan kebaikannya tersebut, Allah permudah pula segala urusan-urusan beliau.. Aamiin
            Menjadi salah satu anak bimbingannya adalah salah satu kemudahan yang Allah berikan padaku selama masa-masa tahapan menuju toga. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah.. J



Ditulis dengan segenap rasa rindu pada Pak Adi & sahabat-sahabat bimbinganku,



Devita Augina Hermawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar