Assalamu’alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh
Apa
kabar sahabat? Semoga senantiasa dalam keadaan sehat dan selalu dikokohkan
semangatnya untuk meraih setiap keberkahan dalam hidup ya. Aamiin
Dua pekan ini
sibuk jadi manusia kalong (Curcol dikit) hehe, pekan lalu shift tiga dan pekan
ini shift dua, barulah pekan depan kembali menjadi manusia normal lagi.
Bukan.. bukan
mau cerita seputar kerjaan, tapi lagi mau cerita tentang masa-masa tingkat
akhir kuliah nih, tepatnya masa-masa PKL. Hari jumat lalu, salah seorang adik
tingkat di Ankim sekaligus adik di keluarga FR yaitu Ila mengabarkan bahwa
dirinya kini dibimbing oleh Bapak Adi Santoso selama PKL nanti. Lalu????
Nah disini
titik mula aku jadi pengen cerita seputar masa-masa PKL yang didalamnya ada
masa-masa sibuk ketemuan sama dosen pembimbing, karena dulu dosen pembimbingku
juga beliau, Bapak Adi Santoso (Prof Dr Drs Adi Santoso, MSi). Masa-masa
bimbingan itu masa-masa sering bolak-balik ke Balai Kehutanan Bogor. Ya, selain
menjadi dosen, Pak Adi juga seorang peneliti di Balai Kehutanan. Beliau itu
sibuuuuuuukkk banget dan supppeeeeerrr on time. Ga heran, kalau jalan juga cepet
banget. Salut deh sama beliau. Sangat-sangat disiplin waktu. Dan hebatnya,
meski sibuk tapi selalu beliau sediakan waktunya untuk membimbing kami.
Alhamdulillah, tim bimbingan kami bisa dibilang tim yang rutin bimbingan.
![]() |
| Hanya tersisa kenangan di Grup WA |
Dulu...
mahasiswa/i Ankim IPB angkatan 49 yang dibimbing oleh Pak Adi ada 8 orang,
yaitu aku, Dhea, Thesa, Fitri, Vinda, Syara, Safra, dan Efitra. Merekalah
sahabat bimbinganku. Sahabat yang saling support dan saling ngingetin kalau ada
jadwal bimbingan. Aku sangat ingat dengan pesan Pak Adi saat pertama kali
bimbingan yang mengatakan bahwa selama masa-masa PKL sampai ujian sidang nanti kami
ini bagaikan satu tim, maka harus kompak, harus saling membantu dan peduli.
Terenyuh banget rasanya.
“Saya mengharapkan ke depannya
kalian harus saling mengingatkan temannya, bahkan sampai saat ujian sidang pun
saya berharap kalau ada salah satu diantara kalian yang sedang sidang, maka
teman-teman yang lain harus menunggu di luar ruangan sidang untuk membantu dia.”
Beliau selalu
memberikan motivasi dan nasihat untuk anak-anak bimbingannya. Terlebih lagi
ketika H-1 menjelang hari ujian sidangku, beliau menasihatiku agar tak lupa
menjaga kesehatan dengan tak lupa makan dan istirahat yang cukup serta jangan
merasa tegang tapi tetaplah tenang. Hmm berasa diingetin sama ayah sendiri..
Bicara soal
Pak Adi, aku jadi teringat akan ilmu padi, yang semakin berisi maka ia akan
semakin merunduk. Aku lihat itu di diri beliau. Beliau adalah seorang yang
bertitel profesor, dan juga sangat bijak dalam memberi penilaian terhadap
mahasiswa/i nya. Bukan hanya secara akademik saja yang beliau nilai, tapi
secara sikap keseharian pun menjadi bahan pertimbangan beliau dalam memberikan
nilai terhadap mahasiswa/i nya. Beliau itu selalu memudahkan urusan mahasiswa/i
nya. Ya, kurasa memang seperti itu. Semoga dengan kebaikannya tersebut, Allah
permudah pula segala urusan-urusan beliau.. Aamiin
Menjadi
salah satu anak bimbingannya adalah salah satu kemudahan yang Allah berikan
padaku selama masa-masa tahapan menuju toga. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah..
J
Ditulis dengan segenap rasa rindu
pada Pak Adi & sahabat-sahabat bimbinganku,
Devita Augina Hermawan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar