Assalamu’alaykum warahmatullahi
wabarakatuh...
Sobat,
bagaimana kabarmu? Semoga selalu dalam keadaan sehat dan dilindungi Allah
dimanapun kalian berada. Aamiin
Udah lama
banget pengin cerita tentang banyak hal yang aku rasakan, tapi penyakit malesnya
itu loooooh susah banget diilangin, ini juga mesti diniatin bener-bener buat
nulis..
Sobat inget ga
sama cerita tentang tahapan menuju toga? And you know? Sekarang aku udah nyampe
di tahap keenam, tahap PKL. Ga nyangka, tahapan demi tahapannya udah terlewati
dengan begitu banyak kemudahan-kemudahan yang tak henti-hentinya Allah hadirkan.
Dimulai waktu
ukom (re : ujian kompetensi) untuk ngajuin tempat PKL duluan, sampe ke tahapan
ukom praktikum yang jadi porsi penentu banget lulus atau engga nya kami
(mahasiswa/i ankim) di ketiga ukom yang dijalani. Ukom pertama, Allah mudahkan
prosesnya dan hasilnya alhamdulillah sesuai seperti yang diharapkan sehingga
dari situ aku udah diijinkan untuk mengajukan tempat PKL duluan. Kemudian ketika
proses pengajuan tempat PKL, Allah yang melancarkan proses-prosesnya. Jawaban dari
tempat PKL yang menyatakan bahwa aku diijinkan untuk PKL disana pun aku terima
hanya dalam waktu seminggu. Jawaban yang bisa masuk kategori “cepat”, sehingga
alhamdulillah ga merasakan lamanya digantung (diterima apa engga) sama tempat
PKL.
Akhir oktober
udah dapet tempat PKL fix, sehingga Alhamdulillah bisa lebih fokus menjalani
aktivitas perkuliahan di semester 5. Bahkan ga hanya kuliah, kegiatan liqo
(kegiatan asupan gizi ruhani) ku masih bisa berjalan, membimbing tahsin adik-adik
tingkat juga bisa dikatakan rutin berjalan, tahsin tiap pekan juga masih bisa
(bahkan bisa ikut ujian tahsin juga, padahal tadinya udah pesimis banget bakal
vakum kayaknya), kegiatan syuro-syuro FR juga masih bisa ikutan, dan di
akhir-akhir semester 5 malah diminta pegang binaan. Tapiiiii ... itu semua ga
menjadi penghalang kok untuk kegiatan PERKULIAHAN ku di semester 5, yang bisa
dibilang tugas-tugas di semester 5 itu makin ga nyelow. Hehe penuh dengan tugas jurnal-jurnal, laporan (tetep), kuis, raker, makalah, de el el. Itu semua
karena apa ya? Karena pertolongan Allah tentunya. Finally, hasil ip di semester
5 alhamdulillah tetap bisa memenuhi syarat untuk PKL di semester 6.
Ujian
kompetensi tertulis. Pelaksanaan ukom tertulis ini tepat sehari setelah aku
milad, yaitu tanggal 10 Januari 2015. Milad di tanggal 9 Januari 2015 ini ga
berasa milad. Perasaan yang ada yaitu was-was, “Gimana yaa nasib ukom besok?”
Milad nya
diisi dengan belajar dari subuh sampe sore. Ngerjain latihan-latihan soal,
memahami soal, dan baca-baca materi sekenanya aku (Aku tipikal yang ga mau
maksain otak untuk nerima materi yang bener-bener udah ga bisa dimengerti dalam
jangka waktu tertentu). Dan tahukah kalian bagaimana hasilnya? Ini rasanya
seperti surprise dari Allah, aku memenuhi standar nilai yang diinginkan. Alhamdulillah
..
Kelar ukom
tertulis, masuk ke tahap kuliah pembekalan. Kuliah pembekalan berlangsung
selama tiga hari dan sehari kemudian langsung ujian pembekalan. Materi yang
diujikan pada ujian pembekalan adalah materi dari kuliah pembekalan. Bayangin dong
kuliahnya hanya 3 hari dengan masing-masing pertemuan itu matakuliah yang
berbeda, dan masing-masing matakuliahnya diujiankan. Ribet! Tapi alhamdulillah
atas karunia Allah, prosesnya bisa terlewati.
Dua hari pasca
ujian pembekalan, langsung ukom praktikum. Ini puncak yang paaaaaaaaaaling
mendebarkan selama perjuangan untuk mencapai tahap ke-6 di tahapan menuju toga.
Lagi-lagi, Allah meolongku. Selama ukom praktik, Allah beri aku ketenangan
sehingga aku bisa berpikir dengan tenang dan bisa memahami soal yang
diujiankan. Praktikumnya juga berjalan lancar, alhamdulillah. Hasil dari ukom
pertama, kedua, dan ketiga menghasilkan keputusan bahwa aku berhasil melewati
tahapan ukom dan bisa diijinkan untuk PKL.
Alhamdulillah..
alhamdulillah.. alhamdulillah.. di tanggal 31 Januari 2015 lalu, Allah masih
kasih aku umur dan kesehatan sehingga aku bisa ikut pelepasan PKL. Hingga
akhirnya pada hari ini, aku sudah mulai PKL di hari kelima, di Balai Penelitian
Pengembangan Budidaya Air Tawar, Sempur – Bogor.
Sertakan Allah di setiap urusan kita, dan percayalah bahwa satu-satunya penolong hanyalah Allah. Janji Allah itu pasti. Setiap kita ingat dan berdoa pada Allah, Allah pasti akan ingat kita dan menolong kita.
Sertakan Allah di setiap urusan kita, dan percayalah bahwa satu-satunya penolong hanyalah Allah. Janji Allah itu pasti. Setiap kita ingat dan berdoa pada Allah, Allah pasti akan ingat kita dan menolong kita.
Salam hangat,
Devita Augina Hermawan