Assalamu'alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh..
Kaifa haluk? Ana bi khoir, alhamdulillah.
Hehe sesekali menyapa pakai bahasa yang berbeda gapapa ya? Biar ga bosen.
Partner hijrah. Ya, partner hijrah. Siapa? Dialah ibuku, ibu Ida Laelatus Saidah, partner hijrahku.
Bahkan beliau sudah hijrah lebih jauh dariku, beliau lebih semangat, lebih istiqomah, hmm hampir totalitas berhijrah lah bisa dibilang seperti itu.
Aku salut padanya, semangat dan aktifnya beliau dalam menuntut ilmu syar'i, dalam kegiatan-kegiatan positif sangat memberikan keteladanan bagiku.
"Mamah mah akselerasi percepatan ibadah, dulu banyak waktu yang terbuang. Mumpung masih dikasih umur, jadi harus dimanfaatkan untuk kebaikan neng."
Hijrah itu perlu proses tapi perlu ada progress. Cepat. Ya, progress beliau bisa kubilang cepat. Kebiasaan-kebiasaannya pun berubah. Senin s.d. sabtu beliau full mengajar, senin dan jumat malam hadir kajian rutin di mesjid rumah. Sabtu dan ahad sore ada tahsin. Ahad paginya ada belajar bahasa arab. Ah, iri sekali rasanya melihat hari-hari beliau yang begitu produktif.
Beliau tak pernah lelah mendoakan, menasihati, dan mengingatkan kebaikan-kebaikan pada putra-putrinya.

"Neng, nih, dek.. Ai tos shalat teh jangan lupa berdzikir dulu. Sebentar juga ga apa-apa.."
"Neng.. kalau bisa mah tiap hari teh selain menunaikan shalat lima waktu yang wajib, kerjakan juga shalat sunnah rawatibnya, barangsiapa yang menunaikan shalat sunnah rawatib 12 rakaat setiap hari, kelak di akhirat akan dibangunkan rumah di syurga untuknya."
"Nih.. tiap sebelum tidur teh kalau bisa mah berwudhu dulu."
Taukah apa yang menjadi cita-cita/harapannya pada kelima putra-putrinya? Saaaaangat sederhana. Beliau hanya ingin putra-putrinya jadi anak-anak yang sholih/sholihah. Beliau tak mengharapkan putra-putrinya mempunyai karir yang cemerlang.
"Bagi mamah, bahagianya mamah itu ketika melihat anak-anak mamah rajin ibadahnya dan dekat dengan Al qur'an. Kalau anak mamah itu sudah berkeluarga, ya mamah akan merasa bahagia ketika melihat keluarganya itu rukun."
Allaahummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kamaa rabbayaani shaghiiraa
Cirebon, 26 Maret 2016
23:23 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar