Sabtu, 23 September 2017

Persembahan untuk kesayangan-kesayanganku

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarokatuh.

Kabarku alhamdulillah baik, insyaallah hari ini akan cek up kandungan lagi untuk yang ke 5 bulan. Senang, mau ketemu si dedek :)
Oh yaa, bagaimana dengan kabarmu sahabat? Semoga kamu pun dalam keadaan baik yaa.. Aamiin

Dua bulan kemarin sudah kuhabiskan ikut pelatihan Tata Boga di PPKD Jakarta Selatan. Maafkan ga cerita dari awal yaaah.. Tau-tau cerita pas udah selesai nya aja. Pelatihan yang aku ikuti dari tanggal 17 Juli 2017 s.d. 22 September 2017 kemarin. Tujuannya apa sih? Sederhana, pengen bisa lebih gesit lebih pinter masak buat keluarga. Buat anak-anakku nantinya. Tujuan yang lain-lainnya yaa itu bonus, syukur-syukur nanti bisa punya usaha. Aamiin

Apakah udah tercapai?? Alhamdulillah udah, meski mungkin masih sedikit di mata orang lain. Tapi bagi aku sih udah lumayan banget, minimal-minimalnya jadi tau kalau ternyata lada dan merica itu sama, cuma beda nama (Hahaha, kalian pasti shock yaaa, akan betapa bodohnya aku soal perdapuran?). Yaaa, inilah aku. Yang masih jauuuuuuuuh banget ilmunya tentang hal apapun, entah dapur, entah agama, entah tentang bersosial, entah tentang parenting, dll. Aku mah cuma punya modal niat mau belajar, tok. Meski kadang suka takut gagal juga sih kalau mau nyoba suatu hal.

Okeee, kembali ke soal pelatihan. Ikut Pelatihan Tata Boga ini ga gampang loh, mesti ikut seleksinya dulu. Seleksi psikotest sama wawancara gitu. Pas seleksi sempat ngedown sih lihat pesaing-pesaing nya yang ibu-ibu sudah berumur, karena ku pikir mereka pasti dah jago di dapurnya. Tapi bismillah aja.. ku jalani tes nyaa.. dan alhamdulillah ketrima juga, dari 90an yang daftar, alhamdulillah aku masuk di urutan ke 6 dari 20 orang yang diterima. Ga nyangka! sih, kok bisa yaaa??? Hehehe ku pikir ini hanya keberuntungan semata, bukan karena akunya yang pinter ngerjain soal tes atau apapun itu. Hmm mungkin ini karena jawaban dan ridhonya suamiku untuk aku ikut pelatihan ini. Makanya bisa lolos akhirnya.. dan tentunya, ga boleh disia-siakan..

Di awal-awal masuk pelatihan kondisi ku lagi hamil 3 bulan, morning sickness saat itu masih suka kerasa. Sempet watir ga kuat ikut pelatihan, tapi alhamdulillah banget si dedek ngertiin ibunya pisan. Sejak ikut pelatihan, morning sickness mulai jarang kerasa-kerasa lagi, paling-paling pegel kalau kelamaan berdiri. Tapi itu bisa diatasi, dan untungnya instruktur serta teman-teman sesama peserta pelatihan bisa memaklumi. Malahan mereka rata-rata care banget sama aku yang lagi jadi bumil ini, ku selalu diistimewakan. Jadi terharuuuu kadang-kadang.

Diajarin apa aja disana? Banyaaaakkkk.. Nanti yaa kalau ada kesempatan pengen ku share juga ilmu-ilmu yang didapat disana.  Kalau yang sekarang ini aku cuma ingin menyampaikan bahwa ridho dari suami itu penting dan pasti urusan-urusan kita akan mudah kalau suami ridho.
Aku persembahkan sertifikat pelatihan yang aku dapatkan ini untuk suamiku dan anakku yang sholih/ah.
Untuk suamiku yang slalu mendukung, bentuk dukungannya memang bukan seperti cheerleaders yang bawa pom-pom gitu yaaa.. Tapi dari kerelaannya ia untuk berangkat ke kantor lebih pagi dari biasanya karena mesti mengantar aku dulu ke tempat pelatihan, dari kerelaannya karena haknya dilayaniku jadi sedikit berkurang waktunya (Siang aku pelatihan, malem kadang udah capee jadi ga sempat bebenah rumah, maafkan), kesabarannya yang aku yakin sebenernya udah bete tingkat dewa dia teh kalau aku cerita suka duka selama pelatihan. This is for u, my lovely husband.. #cieeee
Selain untuk suami, ku persembahkan juga untuk dedek sayang yang ada di rahimku. Terimakasih atas dukungannya yaa dek, adek jarang rewel kalau lagi pelatihan. Ibun ga pernah mual-mual atau lemes yang parah karena adanya adek. Masyaallah, ibun bangga, insyaallah anak ibun adalah anak yang kuat. Buktinya dari usia 3 bulan s.d. 5 bulan di kandungan sudah ikut ibun belajar dan berjuang di PPKD, dan ternyata kita bisa.

Oleh karenanya bagiku saat ini, yang pangkatnya (cieee pangkat) nya udah makin naik level jadi seorang istri ,(bahkan mau jadi ibu) bukan cuma sebagai anak aja, keridhoan yang penting untuk dicari itu ridhonya suami. Mau kita suka apa engga, tetep mesti kejar itu ridho suami. Karena seorang muslimah yang menjalankan shalat 5 waktu, puasa di bulan ramadhan, dan menutup auratnya plus ditambah suaminya ridho terhadap dirinya, maka akan Allah persilahkan untuknya (muslimah tsb) masuk syurga dari pintu manapun yang ia inginkan.
Kelihatannya mudah yaa, tapi prakteknya amatlah berat tantangannya. Iyalah, hadiahnya syurga gitu loh.. Kalau gampang mah paling hadiahnya ciki taro ^_^

Sekian dulu yaaa sharing dari aku ini (sebenernya lebih banyak curhatnya sih yaaa) hehehehe

Terimakasih sudah mau mendengarkan dengan seksama yaa sahabat, karena terkadang perempuan itu hanya butuh didengarkan. Eaaa curcol lagi.


Wassalamu'alaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

Selasa, 01 Agustus 2017

Maafkan ibun, Sayang..

Dear Sayangku..

Ibun senang sekali, jumat kemarin Ibun bisa lihat kamu lagi di layar setelah menahan rindu selama 7 minggu. Kamu sekarang mulai tumbuh membesar, panjangnya kata ibu dokter sudah mencapai 8cm. Perut Ibun juga sudah mulai menonjol sedikit (Ga keliahatan, tapi kalau Ibun pegang sudah terasa). Ada rasa yang tak biasa kalau kata lagu mah (hehehe) saat jemari Ibun mengelus lembut perut Ibun. Ibun berpikir, "Disinilah mulai terjadi kehidupan seorang anak manusia."
Apalagi waktu lihat bentuk mu yang kini mulai nampak jelas seperti seorang manusia kecil, Ibun merasa saaaaaaaangat takjub dan bersyukur karena rahim Ibun dipercaya oleh Allah untuk mengandung seorang anak yang in sya Allah akan menjadi anak yang sholih/ah sekaligus jundulloh yang akan slalu siap membela agamanya.
Tetap sehat yaa Nak, disana..
Banyak yang mendoakan kita berdua supaya slalu sehat, ini kabar baik untukmu Sayang. Kabar baik bahwa sebelum dilahirkan pun sudah banyak yang medoakanmu.. Kamu beruntung.
Oh iyaa, terimakasih yaa Nak. Tiga minggu ini kamu bisa diajak kompromi (hehehe) alias jarang manja di perut, bisa ngertiin kondisi Ibun yang sekarang lagi ikut pelatihan. Kamu jarang manja lagi, Ibun jadi jarang mual-mual, pegel-pegel saat di tempat pelatihan. Tetap seperti ini yaa Nak.
Nak..
Satu hal yang mesti kamu ketahui dari sekarang, Ibunmu ini bukan wanita yang sempurna. Ibunmu ini sungguh hanya wanita BIASA. Ibunmu ini ga punya paras yang cantik, hatinya belum baik, kepintarannya pun masih rata-rata, secara fisik ga ada sesuatu yang istimewa deh, intinya dia ini punya banyaaaaaaaaaak sekali kekurangan bahkan menurutnya dia tak punya satu nilai lebih apapun. Oleh karenanya Nak, jangan pernah sekalipun kamu membanding-bandingkannya dengan yang lain. Karena kodratnya tetaplah sama seperti wanita pada umumnya, tidak sukaa dibanding-bandingkan, terlebih lagi dengan orang yang sangat disayanginya.
Semoga Allah bisa pertemukan kita dalam keadaan sehat dan normal di akhir januari atau awal februari nanti yaa Nak.. Aamiin allahumma aamiin


Empat minggu lagi, kita ketemu lagi yaa Sayaaaang :)





Seseorang yang lagi belajar banyak hal,
_Devita Augina Hermawan_

Selasa, 06 Juni 2017

Untuk Sayangku di masa mendatang

Bertahan Sayang.
Tetap disana.
Ibun disini juga akan berjuang.
Jangan pergi Sayang,
ibun butuh teman.
Jadilah teman kecil ibun kelak.
Yang akan setia mendengarkan cerita-cerita ibun,
sampai-sampai mungkin Sayang akan bosan dengar cerita ibun. Bahkan mungkin Sayang juga akan bilang ibun ini bawel. Haha tak apa, asal satu hal yang perlu kamu tahu bahwa bawelnya ibun adalah tanda bahwa ibun sayang padamu Sayang.
Ada banyak hal yang kadang membuat ibun ingin menyerah dalam hidup tetapi begitu tahu kamu akan hadir, ibun jadi dapat satu alasan besar kenapa ibun harus berjuang dan bertahan.
Bertahan Sayang..
Jangan lemah,
karena ibun disini akan menguatkan.




Salam sayang dari Seseorang yang ingin segera kau panggil ibun.

_Devita Augina Hermawan_

Selasa, 23 Mei 2017

Sebulan dengannya

Sebulan..
Sekarang udah sebulan Dev, ku hidup sama dia.
Seseorang yang dulu sebelum bertemu, namanya tak pernah kusebut dalam doa tapi sekarang di semua doaku namanya tak pernah absen kusebut.
dia lucu :)
Ketika aku memohon ampun atas dosaku, ku mohonkan juga ampunan untuknya pada Rabb yang maha mengampuni.
Ketika aku memohon dihadirkan kebahagiaan dan kelapangan hati, ku mintakan juga padaNya sebuah kebahagiaan dan kelapangan hati untuk dirinya.
Saat diri ini meminta kekuatan untuk istiqomah taat padanya agar bisa meraih ridhoNya, kuminta juga Allah istiqomahkan ia untuk slalu taat dalam menjalankan ibadah kepada Allah, karena dengan begitu ia pasti bisa membimbingku menuju jannahNya. Aamiin
Ku minta pada Allah agar meluaskan rizki kami berdua, rizki yang halal, berkah, dan melimpah.
Oh ya, kamu betul Dev. Banyak kejutan. Kejutan indah pastinya. Ya, indah. Karena diniatkan untuk ibadah kan Dev? Doakan aku yaa.. semoga slalu tetap merasa seperti ini.
Aku masih harus banyak belajar Dev. Menerima kekurangannya dan lebih memantaskan diri adalah pelajaran pertamaku. Bisa membahagiakannya dan menjadi seperti yang ia harapkan adalah target yang ingin kucapai, berharap dengan begitu ia ridho padaku.
Banyak hikmah dari menikah yang diniatkan untuk ibadah kepada Allah. Pasti kamu percaya itu juga kan Dev? Yaaa, satu diantaranya ialah pandanganku bisa lebih terjaga, hatiku juga. Ciyeeee
Pasca menikah, ga pernah lagi galau ala-ala akhwat yang di PHP-in sama ikhwan payah. Ga pernah lagi ada ikhwan iseng, centil, ga gentle berani modusin. Alhamdulillah.
Hari-hari juga rasanya produktif, meski jujur kadang ngerasa lelah juga. Tapi kalo inget pahala dari lelah yang dijalani itu besar, seketika semangat lagi. Jadi agak jarang pegang gadget, yang aku akui sumber dari tidak produktifnya hari-hariku sebelum menikah ialah gadget.
Intinya.. di satu bulan ini aku mau minta doamu Dev, dan doa dari semuanya. Semoga sakinah, mawaddah, warahmah itu bisa hadir di keluarga kecil kami (Someday semoga bisa jadi keluarga besar). Aamiin allahumma aamiin


Semoga hari-harimu slalu diliputi kebahagiaan,


---- Gi ----

Jumat, 05 Mei 2017

Kamu kemana Gi?

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Lama ga kedengeran kabarnya Gi? Sehat?
Ciyeeeee.. pengantin baru, masih sibuk yaa Gi? Hahaha eh lupa, ga suka yah kalo dipanggil pemgantin wkwkwk
Banyak kejutan-kejutan tak terduga ya Gi setelah nikah???
Sanggup kan Gi? Sanggup laaah yaaa, kalau ga sanggup yaa di shaaangguuupiiinn ajaaa, yaa ga Gi? Hahaha
Kamu pendiem banget Gi akhir-akhir ini, ku jadi kangen.
Ayo lah cerewet lagi, bawel lagi...
Udah ga sabar nih minyak, eh nyimak cerita-ceritamu pasca nikah, kali aja kamu butuh kuping buat denger atau ga penyemangat gitu buat nyemangatin kamu di kehidupan yang baru. Ciyeee ciyee ciyeee ^_^

Salam kangen,


Dev.

Kamis, 20 April 2017

Kembali pada niatmu, Gi.

Sekarang jadi tiga hari lagi yaa Gi?
Gimana? Sekarang jadi nona-nona yaa rasanya bukan nano-nano lagi?
Hmm wajar Gi, semua perempuan pasti mengalami masa-masa seperti kamu sekarang ini.
Hanya, ingatlah kembali niatmu menerima kedatangannya Gi. Untuk beribadah kan? Karena Allah kan?
Kalau segalanya diniatkan untuk ibadah, pahitnya akan dipandang sebagai ladang pahala dari buah amal kita bersabar, dan manisnya akan dinilai sebagai lahan memetik pahala dari amal syukur kita.
Semangat, Gi.
Banyak-banyaklah minta pertolongan Allah agar senantiasa ditenangkan hatimu, dikokohkan niatmu, dan dilancarkan segala urusan-urusanmu.

Dari penyemangatmu,

Dev.

Selasa, 18 April 2017

Lima hari lagi, Dev...

Dev... Lima hari lagi. Rasanya makin nano-nano Dev.
Bukan, bukan karena persiapan hari H. Tapi lebih kepada kehidupan setelahnya Dev.
Nanti ga bisa lagi cerita susah atau sedihnya aku ke mamah. Ga bisa lagi jadi rexonanya mamah yang selalu sedia setiap saat. Ga bisa lagi ngerasain mie patrol yang dibikin mpah trus dimakan bareng-bareng dalam 1 wajan. Ga bisa lagi jajan seblak bareng Dinda, sore-sore naik motor. Ga bisa lagi nganter Abdan dan Fairuz beli sepatu, mainan, les, atau apalah yang kadang ogah-ogahan juga pas nganternya. Ga bisa lagi becanda, ngobrol serius atau apalah itu sama A Galih. Bukan ga bisa mungkin ya Dev, tapi akan sangat-sangat terbatas waktunya.

Dev... masih childish ya aku???

Selasa, 11 April 2017

Yang penting Happy

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Sahabat, happy ga kalian? Semoga dalam keadaan happy yaa.. Aku? Aku.. hmm pagi ini mah happy happy terharu sih. Semalam ku tidur jam 9, masih kebilang sore yaa tidur jam segitu. Iya, soalnya asa capek banget pulang ngajar langsung nyuci baju. Baju-baju punya sendiri aja padahal mah, tapi numpuk jadi banyak. Jam 12 malem kebangun, eh denger suara mamah sama mpah masih ngobrol gitu di ruang tengah, aku ? lanjut tidur lagi. 
Sekitar pukul setengah 4 pagi bangun, mandi, mulai heran. Kok rumah kayak ada yang beda ya? Oh meja makan dipindah. Ga begitu memperhatikan secara detail. Dan akhirnya baru tersadar sekitar jam 9 pagi, pas lagi nyapu di kamer abdan 'ngeh' bingkisan buat hari H kok ga ada.
Langsung berfikir, "Yaa Allah, pada dipindahin kemana sama mamah? Siapa yang ngebantuin mindahin? Kapan mindah-mindahinnya?"
Beres nyapu, langsung sms mamah. Ternyata semalem mamah yang beresin. Sepertinya mpah juga ikutan. Soalnya pas jam 12 malem kan masih denger suara keduanya. Acara bahagiannya siapa, tapi siapa yang banyak persiapannya. Ya Allah.. langsung terharu, malu.. malu ih.. Dulu waktu mamah nikah aja semua mamah yang handle sendirian (Soalnya mamah tinggal sama neneknya, jadi serba diurus sendiri kalau kata mamah). Nah aku? T_T
Langsung aku minta maaf sama mamah karena ga ngebantuin, "Gpp, yang penting happy" kata mamah.
Ga tau mesti bilang apa lagi selain ucap syukur alhamdulillah serta doa semoga mamah slalu disayang Allah.
Orangtua khususnya ibu pasti demikian yah kayaknya, slalu siap sedia untuk kita di kala susah maupun senang. Lagi sakit, yang nemenin ga tidur semaleman karena demam tinggi ya mamah. Padahal udah ku suruh buat tidur, karena ngompres sendiri juga bisa. 
Tapi ibu.. tetaplah ibu.. Ga akan tega anaknya susah sendirian.
Ibu.. tetaplah ibu. Yang dikala lelahnya ia tetap menomorsatukan keluarganya untuk diberi pelayanan.
Ibu.. tetaplah ibu. Meski di luar sana banyak restoran-restoran mewah dengan sajian masakan lezatnya tapi tetap tidak bisa mengobati kangen masakan ibu yang dibuat dengan penuh cinta.
Ibu.. tetaplah ibu. Yang ketika kita banyak diremehkan sekitar, ia slalu membesarkan hati kita, "Kamu tetap yang terbaik bagi ibumu nak, mereka tidak tau bahagia yang ibu inginkan."
Ibu.. tetaplah ibu. Bidadari tak bersayap anugerah terindah dariNya untukku.






Saaaaaayang ibu,
Devita Augina Hermawan

Minggu, 09 April 2017

Ibu.. Sukses ya! (3B)

Assalamu'alaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
Bagaimana kabarmu? Bagaimana semangatmu? Semoga dalam keadaan sehat dan masih terjaga dengan baik yah semangatnya. Malem ini tiba-tiba keingetan sama pesan dan kesan yang aku minta pada anak-anak siang tadi. Aku sudah menceritakan pada mereka bahwa kebersamaan aku dengan mereka mungkin ga akan lama lagi. I'll go with someone who will be my prince in my life, insyaallah. #Eaaa #GombalDikit

Semua pesan-pesannya sangat indah. Namun ada 5 yang sangat mengesankan bagiku, yang ketika membacanya hati serasa bergetar. (Bukan cenat-cenut yaaa, bisul yang cenat cenut mah). Dan.. inilah dia pesan-pesannya...

1. Dari Olla 3B
Yang pertama ini dari Olla, waktu baca ini aku jadi teringat sosoknya. Olla ini badannya tinggi, hampir sama tingginya dengan aku. Paling beda beberapa cm aja, tapi masih tinggi aku ya. Olla ini kalau pulang selalu sendiri, naik sepeda tipe BMX gitu. Dia berkesan bagiku, karena TPQ dan DTA nya dipegang olehku, jadi sering ketemu sama Olla ini. Dia baik, sopan, sayang ke teman-temannya yang lebih muda. Ah.. ibu pasti bakal kangen Olla. Terimakasih Olla, ibu akan slalu semangat. Insyaallah.

2. Dari Hapsya 3B
Namanya Nyi Dewi Hapsya. Hapsya sama seperti Olla, ia dipegang olehku di TPQ dan DTA nya. Tapi sekarang udah ga sama aku lagi deng TPQ nya, udah aku naikkan, dipindah ke kelas yang lebih senior pengajarnya yaitu ibu sundus. Mulanya risih banget karena Hapsya ini selalu nanya, "Bu, aku kapan dipindah ke bu sundus?" | "Nanti ya akhir januari.." | "Bu, kapan aku dipindahnya?" | "Minggu depan ya.."
Nanyaaaaa terus, sampe maafin ibu yaa Hapsya, pernah nyeletuk dalam hati "Ih ga betah amat apa ya diajar sama aku"
Sungguh.. maafin ibu ya nak.. maafin ibu, ternyata Hapsya bahagia sekali yaa setelah dipindah. Bukan maksud ibu menahan-nahan Hapsya supaya ga segera dipindahkan, tapi memang ibu rasa waktu itu belum saatnya Hapsya dipindah. Semoga cita-cita Hapsya yang sangat mulia itu (Jadi Guru Agama) terkabul yaa nak.. Aamiin

3. Dari Aisya 3B
Yang menyentuh dari pesan Aisya ini ialah di kalimat yang terakhir, "Selalu sehat yaaa Bu..."
Terimakasih yaa nak.. iyaa.. ibu akan jaga kesehatan slalu. Terimakasih Aisya..

4. Dari Zahra 3B

Tidak akan, Zahra... Ibu tidak akan lupa dengan perjumpaan kita. Ibu sangat senang dan bersyukur sudah dikasih kesempatan bersama-sama dengan keluarga Siti Fatimah. Ibu pasti akan kangen, kalian juga jangan lupa sama ibu yaaa..

5. Dari Fabi 3B

Dan pesan Fabi inilah yang paling-paling-paling bikin terenyuh.
Terimakasih Fabi, terimakasih suntikkan semangatnya, terimakasih remindernya tentang harus slalu berjuang.
Fabi betul, sangat betul bahwa hidup ini tidak boleh menyerah. Karena sesulit apapun hidup, Allah selalu ada bersama kita, ya kan Fabi?
Tetaplah jadi Fabi yang slalu berpemikiran seperti ini yaaa..
Berjuang.. berjuang.. berjuang..
Berdoa.. berdoa.. berdoa..
Hingga Allah subhanahu wata'ala yang akan merubahnya.


Itulah mereka. Ya, mereka adalah beberapa anak-anak kebanggaanku yang selama hampir 6 bulan ini mengisi hari-hariku. Dan selanjutnya adalah kamu. Iya, kamu. Hari-hariku mungkin akan terisi banyak bersamamu, insyaallah.



Dari seorang yang belum jadi ibu tapi sudah sering dipanggil ibu,

Devita Augina Hermawan








Kamis, 06 April 2017

Baju Shiva Najma

Assalamu'alaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
Apa kabar sahabat? Lama ya ga pernah nanyain kabar lagi. Padahal kata seorang teman, pernah bilang bahwa terkadang ada sebagian orang yang senang ketika ditanya bagaimana kabarnya, katanya sih dengan begitu mereka merasa diperhatikan. Semoga kita bisa menerapkan hal tersebut ya, biar orang lain atau sahabat-sahabat kita jadi senang..

Baju Shiva Najma. Ya. Jam setengah 11 tadi, aku di WA teh alin, katanya najma ngamuk ga mau pake baju selain baju shiva miliknya. Teh alin minta tolong supaya dicarikan baju tersebut di rumah, karena sepertinya baju tersebut tertinggal ketika mereka sekeluarga menginap disini seminggu yang lalu. Oh iya lupa, teh alin itu kakak iparku dan najma itu keponakanku. Najma selesai mandi jam 9 pagi, tapi sampai jam 10.30 tadi ia masih bubuligiran hahaha (Bubuligiran adalah tak pakai baju sama sekali). Kata teh alin, dari jam 9 sampai 10.30 tadi najma udah nangis, ngamuk sambil lari-larian, sampai kembali mainan air lagi. Dari rambutnya basah habis mandi sampe kering lagi itu rambut, najma keukeuh ga mau pake baju selain baju shiva. Subhanallah..

Pas dicari dan ternyata benar bajunya ada disini, langsung ku antar kesana. Dan ekspresi najma lucuuuuuu sekali ketika tau bajunya kini kembali..
“Naj.. Naj.. ini bajunya nih..” Ku tunjukkan bajunya pada najma yang lagi asik main air di kamar mandi sambil bubuligiran.
“Waaaah.. iyaaa.. bajunyaaa..” Jawab najma sumringah sambil langsung ninggalin semua mainannya di kamar mandi.
Dan akhirnya najma pun mau pake baju.

Baju Shiva Najma. Shiva itu tulisan
yang ada di bajunya.
Hahaha... itulah najma. Itulah anak kecil. Kadang ga sabaran, ga mau nerima apa yang ada dulu. Keukeuh, harus serba ada. Dikasih yang lain dulu tapi ga mau, padahal kan supaya dia ga masuk angin kalau kelamaan bubuligiran. Kan malah makin repot. Ya, itulah mereka. Balita yang fikirannya belum sampai kesana, akhirnya orangtua lah yang harus banyak bersabar. Mengalah. Masyaallah, kagum aku sama teh alin, bisaan banget ngadepinnya. Jadi bertanya sama diri sendiri, udah bisa sabar kayak gitu belum??

Selain itu jadi cermin juga buat kita, hmm aku mungkin khususnya. Yang sikapnya pada Allah masih suka sama kayak najma. Berdoa ingin sesuatu, ga dikabul-kabul, akhirnya ngambek. Ibadah ga semangat sebagai bentuk protes karena permintaannya ga dikabul. Padahal mungkin kata Allah, kita ini lagi disuruh sabar dulu, karena permintaannya lagi diproses. Atau ga, bisa jadi permintaan kita itu ga baik buat kita makanya Allah ganti sama yang lebih baik. Coba lebih banyak bersabar lagi, pasti akan ada waktunya kok Allah kabulkan permintaan kita. Kalau udah waktunya, dan Allah kabulkan.. kita pasti senang.. dan ekspresinya juga mungkin akan sama seperti ekspresi najma tadi...


“Waaaah.. iyaaa.. bajunyaaa..” J


Dari yang masih harus belajar banyak sabar,

Devita Augina Hermawan

Minggu, 02 April 2017

Mereka di Februari 2015

(Kiri-kanan) Aliv dan Rima
Edisi buka-buka folder foto di laptop. Nemu foto ini. Jadi ingin flashback ke masa-masa sebulan bersama mereka di 2015 silam. Aku perkenalkan mereka yaaa...

Namanya Alivia dan Rima. Dua gadis kecil yang selama sebulan nemenin sorenya aku di hari senin, selasa, dan rabu. Ya,  perkenalkan.. mereka adalah murid les privatku. Mereka dulu masih duduk di bangku kelas 4 SD. Mulanya yang menjadi guru les privat mereka adalah Gita, sahabat liqo ku. Tetapi karena selama sebulan itu Gita PKL di luar kota, maka aku lah yang diminta menggantikannya sementara waktu.
Alivia dan Rima adalah murid yang pintar dan juga aktif, selain itu mereka sopan dan lucu. Maka tak sulit bagiku untuk dekat dan kenal dengan mereka. Pasalnya aku ini termasuk ke dalam orang yang sulit untuk beradaptasi dengan orang dan lingkungan yang baru, tapi karena mereka nya yang memang supel maka Alhamdulillah sisi kelemahan ku tertutupi.

Raden Muthia Rima, ia lahir pada tanggal 23 Agustus 2004. Ia merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara. Rima si Princess Karima, ya, itulah julukan Rima dariku. Kalian ingin tau kenapa? Karena Rima selalu membuat cerita atau kisah-kisah yang pelakunya yaitu si Princess Karima. Rima tipikal anak yang penuh imajinasi. Ia suka sekali dengan cerita, kisah atau donger. Ia jago bikin cerita. Salah satu judul cerita yang Rima buat adalah ‘Princess Karima dan para Liliput kecil’, oh iya Rima juga suka berpetualang, tentu saja Alivia lah teman petualangannya. Satu hal lagi yang aku suka dari gadis kecil ini ialah ia memiliki hati yang tulus dalam bersahabat, maka tak jarang Rima ini selalu ngalah dan ga pernah marah kalau sahabatnya itu jahil padanya. Ia begitu penyayang. Rima juga punya hewan peliharaan. Hewan peliharaannya yaitu si Moci (Hamster albino) dan si Unyil (Kucing belang).

Si Unyil

Alivia Nursyandini. Ia lahir pada tanggal 05 Desember 2004. Aliv, itulah nama panggilannya. Julukanku untuknya ialah Queen Alivia. Hehehe. Persis seperti seorang ratu, kadang ga mau ngalah. Mungkin karena ia menyimpan satu kesedihan di hatinya, yang aku pun belum sempat tahu apa kesedihannya itu. Dia selalu terlihat ceria. Dia anak pertama, namun ia tinggal bersama nenek dan kakeknya. Orangtua nya berpisah, dan masing-masing telah menikah lagi. Oh ya, sama seperti Rima, Aliv juga punya hamster. Tapi aku lupa siapa nama hamsternya Aliv. Seinget aku pas terakhir ngajar mereka, hamsternya Aliv melahirkan. (Waaaah.. selamat yaa keluarga hamster Aliv..) ^_^
Sekarang masih hidup ga yaa hamster beserta bayi-bayi hamster itu? Wkwkwk

Aku kangen Aliv dan Rima,
Sekarang mereka pasti udah seperti anak remaja, udah kelas 6 menjelang masuk SMP. Hahaha pasti mereka badannya sudah lebih besar dari aku. Entah pengaruh makanan jaman sekarang mungkin bikin anak-anak usia SD badannya jadi gede-gede. Eh, apa karena akunya yang ga tumbuh-tumbuh yak? Hehehe

Aliv dan Rima (18 Februari 2015)

Semoga kalian jadi remaja yang mempesona yaa, bukan karena rupanya. Tapi karena kepribadian dan kecerdasannya. Kadev sayaaaang kaliaaaaan... J

Sabtu, 01 April 2017

Serius, Gi ?

Giiiiiiiii...
Seriusssaaaannnnn??
Aaaa aku juga seneng Gi dengernya.
Eh tapi, kamu yakin udah buang kuncinya?
Jangan-jangan kamu taro dan pas dia ngetuk pintu, kamu buka dehh.
Iyaaa Gi, aku tau kok dia yang kamu maksud itu siapa.
Udah hampir bosan dan hafal aku kalau kamu mulai cerita tentang harapan-harapanmu tentang dia.
"Aku yakin Dev, tanpa aku tau dulu dia itu siapa, dia pasti bakal datang. Bersama keluarganya akan datang menemui orangtuaku untuk mengutarakan niat baiknya. Meski aku pun ga tau datangnya kapan."
Gitu kan, Gi???
Iyaa Gi, sudah selayaknya kita sama-sama saling mendoakan yaaah.
Aku juga senang Gi, senaaang dengar kabar ini.
Btw, rumah terbaik pasti bisa memberikan pelayanan terbaik buat tamu nya Gi. Apalagi tamunya bakal menetap.
Kamu sudah bisa Gi?
Masak terong saja sampe gosong kan Gi? Hahaha
Semangaaat Gi, ku percaya tamu yang datang dengan cara yang baik pasti memiliki pemahaman yang baik pula. Dan, rasa maklumnya sama kamu pasti besar.
Barokallahu fiik, Gi 😊

Jumat, 31 Maret 2017

Deeeeev (1)

Dev, aku senang..
Kemarin dia datang, Dev.
Padahal pintu sudah aku tutup dan aku kunci,
aku ga mau menerima tamu yang hanya sekedar ingin singgah.
Aku mau tamu yang menetap.
Ternyata dia tamu yang akan menetap itu Dev.
Bahkan dia datang membawa serta kuncinya.

Ya, Dev itu dia..
Dia yang aku yakini, akan datang dengan caranya yang indah.
Iya.. dia, Dev..
'Teman suatu hari nantiku' ternyata dia, Dev..

Terimakasih, Dev..
Mungkin saja ini berkat pengabulan doa-doamu untuk kebahagiaanku.
Tetap doakan aku yaa, semoga aku ini memang betul-betul rumah terbaik untuknya Dev..
Aaaaa Devv.. aku senang!



Selasa, 28 Februari 2017

Februari penuh kasih sayang

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Penuh kasih sayang. Ya, bukan karena ada valentine ya. Tapi karena di bulan ini banyak ujian menerpa keluarga saya. Ujian tersebut berupa diberikannya sakit pada sabagian dari kami. Dimulai dari saya, disusul adik saya, kemudian mpah. Sampai saat ini bisa dibilang kami belum sembuh total. Allah sayang pada kami, maka Allah uji kami. Allah hendak menguji kesabaran kami yang sakit, dan kesabaran mamah serta dinda dalam merawat kami. Dan ternyata semua berujung manis. 26 Februari, jadi hari terbahagia untuk saya khususnya. 
Semoga jadi awal yang bahagia sampai seterusnya. Aamiin



-Ugi-

Sabtu, 04 Februari 2017

Lekas sehat!

Saat semua terasa pahit.
Semua makanan terasa gak enak.
Badan gak puguh rarasaan.
Mamah jadi kesusahan.

Ayo sehat.. sehat..
Kasihan mamah.

Ayo sehat.. sehat..
Kasihan murid-murid.

Banyak hikmahnya sih dari sakit ini, 
satu diantaranya ialah jadi ngerasa deket banget sama yang namanya kematian. Inget masih banyak dosa, masih belum banyak berbuat kebaikan, masih belum bisa wujudin keinginan mamah, hmmm belum siap.
Tapi... kematian itu datang gak lihat kondisi kita udah siap apa belum, kalau udah waktunya pasti akan datang juga.

Mudah-mudahan jadi penggugur dosa,
Sabar yaa devita.

Jumat, 27 Januari 2017

Bohong sedunia

Hari ini bahagiaaaaaaa rasanya.
Inget, lagi bohong.

Tadi saya habis tertawa.
Padahal, bohong.

Bohong itu ga boleh kan ya?
Tapi ngeluh atau cerita yang sedih juga ga boleh.

Any solutions?

Rabu, 25 Januari 2017

Daaah!

Setelah malam ini, kalimat dari Tere Liye yang "Aku akan tetap menunggu meski tak peduli engkau akan datang atau pun tidak" berganti jadi "Aku akan pergi, kau tak usah datang. Aku tak akan ada disana."

Aku pergi ya.

Minggu, 22 Januari 2017

Obrolan

Di suatu malam, di meja makan.

"Ibu tau gak? Kak Y yang kemarin resign katanya mau balik lagi. Alhamdulillah ya.."

"Iya kah? Kenapa katanya di tempat kerja barunya itu?"

"Denger-denger sih kerjanya capek bu. Ya lah, wong namanya kerja di kantor-kantor atau di pabrik-pabrik mah pasti capek, jam kerjanya pasti dari pagi nyampe sore. Apalagi di kota kita ini, gak jarang juga perusahaan yang aturannya hari sabtu juga tetep masuk kerja, meski setengah hari."

"Ya udah, menurut ibu sih kamu juga gak usah kerja yang seperti itu lagi lah, mending seperti yang sekarang aja."

"Iya bu. Lagian untuk sekarang mah berat rasanya juga mau ninggalin merekanya. Kecuali mungkin kalau aku lanjut kuliah lagi bu."

"Kalau gitu, kamu ambil kuliahnya seperti yang sedang kamu jalani sekarang aja nak. Siapa tau suatu saat ada kesempatan."

"Lama bu, aku mesti ngulang dari awal."

"Iya sih."

Kemudian si aku pun galau. Haha

Jumat, 06 Januari 2017

Bogor Bareng Abdan (1)

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Pripun kabare? Hehe, mau share nih tentang safar kemarin dengan adik laki-lakiku yang pertama, yaitu Abdan (9th). Safar kita kemarin tujuannya ke Bogor, yaitu ke Pesantren Aladzievie di jalan raya rancabungur, atang sanjaya, semplak - Bogor. Salah satu pesantren yang ada di Bogor, binaan ustadz Subhan Bawazier. 

Mau ngapain kesana??
Nganterin doi (Abdan) yang mau ikutan Pesantren Weekend di sana, acaranya cuma dua hari sih yaitu tanggal 3 dan 4 Januari 2017. Ini mulanya dari aku yang lihata t postingan ustadz di Instagram tentang pengumuman akan diadakan acara PW ini di pesantrennya. Trus aku cc-in ke mamah sama mpah. Ku bilang acara ini cocok banget buat Abdan yang nanti SMP nya pengen pesantren, jadi dari sejak dini sudah dikenalkan suasana di pesantren tuh kek mana. "InsyaAllah kalau Abdan udah tau dan dapet 'feel' nya nanti bakal makin termotivasi lagi buat lanjut sekolah di pesantren." Kataku.

Tanggal 3 Januari 2017 pagi, kami berdua diantar mpah sama mamah ke stasiun Kejaksan Cirebon. Pagi itu kami ke Jakarta naik KA Argojati pukul 06.20 WIB dan tiba di stasiun Jatinegara pukul 09.00 WIB. Sebetulnya acara PW ini dimulai dari jam 7 pagi, tapi berhubung kami gak kebagian tiket KA di tanggal 2 Januari, jadi terpaksa harus berangkat tanggal 3 Januari. Alhasil kita telat, alhamdulillah nya udah izin sih sama panitia bahwa kami akan datang telat ke sana. Gak nyoba naik BUS aja berangkat ke sana dari tanggal 2 Januari nya, jadi kan ga telat kalo gitu. Iya, Abdan juga bilang gitu. Doi ngotot pengennya naik BUS aja biar ga telat. Tapi kujelaskan padanya kalau di suasana liburan dan tahun baru gini mah jalanan pasti macettttttt, dan aku udah ogah kalau harus duduk berjam-jam di dalem BUS Cirebon - Jakarta yang dimana kebanyakan Bus nya itu ekonomi. Huhuuu gimana coba kalau ntar pas di jalan ga kuat trus pingsan? Kayak dulu ada anak IPB yang udah pucet banget hampir mau pingsan di dalem Bus gegara penuh, sesek, bau, dll.

Dari stasiun Jatinegara, dilanjut naik KRL ke Bogor. Haha kuajak Abdan gonta ganti KRL. Biar kerasa sensasi petualangannya. Dari jatinegara ke manggarai, trus transit ke KRL tujuan Bogor. Nyampe stasiun Bogor, aku langsung order Grabcar. Haha karena katanya di Grabcar kalau penumpang pertama (member baru) itu gratis tumpangan pertama, maka dari rumah udah ku download deh aplikasi Grab nya. Hihi (pemburu gretongan). Abdan udah bete banget gegara kelamaan nunggu mas-mas Grabnya. Dan sampai sekarang ia masih kepo kenapa bisa gratis diantar dari stasiun ke pesantrennya, hahaha sengaja ga aku kasih tau dan malah kubilang itu surprise dari pihak pesantrennya buat jemput Abdan hehehe (Maapin yaaa bohong, biar nyenengin Abdan kok)

Tiba di Pesantren Aladzieve
Kami disana sekitar pukul 12 siang, aku langsung menemui ketua panitianya. Eh dasar rejeki anak sholehah, kita malah langsung disuruh makan siang dulu di sana. Alhamdulillah :)
nunggu shalat, pulang naik angkot pgb, jln k stasiun, k boqer, ketemu naila, ikut ke RQ.

Senin, 02 Januari 2017

Kangen mereka juga kamu

Sudah 10 hari libur, berarti 10 hari tak bertemu dengan mereka yang lucu-lucu. Bagaimana liburan kalian, Nak? Semoga menyenangkan dan semoga kalian tak lupa untuk tetap mengaji selama liburan ini. Hampir seminggu lebih liburan ibu tak diisi dengan banyak kesibukan, Nak. Imbasnya jadi malas-malasan juga untuk mengingatkan adik-adik ibu mengaji di rumah. Seperti hilang semangat atau terlalu dimanja sama waktu yang santai kali ya.

Kalau kamu? Apa kabar kamu? Kamu masih selalu semangat kan menjalani rutinitasmu? Sepertinya kamu tidak banyak libur seperti aku. Maafkan aku ya. Disaat mungkin sekarang kamu tengah berlari menuju titik temu kita yang diridhoiNya, aku malah masih melangkah kecil, bahkan mungkin masih merangkak-rangkak. Aku masih belum bisa sabar, masih gampang marah, ibadah masih hanya sekedar gugur kewajiban, belum berusaha menyempurnakan. Maaf ya. Padahal sudah ingin bisa bercerita banyak hal padamu, tentang lucunya anak-anak kebanggaanku. Tentang adik-adik kesayanganku yang sampai saat ini mungkin belum terbahagiakan olehku. Hmm banyak hal pokoknya mah yang ingin ku bagi padamu.

Ah.. Bener ini mah, aku rindu anak-anakku, juga rindu kamu..

"Saha atuh nu disebut kamu teh?"

"Duka, can wawuh abi oge saha si kamu teh."

Hahaha hahaha hahaha 😂😁😂😂