Kamis, 20 April 2017

Kembali pada niatmu, Gi.

Sekarang jadi tiga hari lagi yaa Gi?
Gimana? Sekarang jadi nona-nona yaa rasanya bukan nano-nano lagi?
Hmm wajar Gi, semua perempuan pasti mengalami masa-masa seperti kamu sekarang ini.
Hanya, ingatlah kembali niatmu menerima kedatangannya Gi. Untuk beribadah kan? Karena Allah kan?
Kalau segalanya diniatkan untuk ibadah, pahitnya akan dipandang sebagai ladang pahala dari buah amal kita bersabar, dan manisnya akan dinilai sebagai lahan memetik pahala dari amal syukur kita.
Semangat, Gi.
Banyak-banyaklah minta pertolongan Allah agar senantiasa ditenangkan hatimu, dikokohkan niatmu, dan dilancarkan segala urusan-urusanmu.

Dari penyemangatmu,

Dev.

Selasa, 18 April 2017

Lima hari lagi, Dev...

Dev... Lima hari lagi. Rasanya makin nano-nano Dev.
Bukan, bukan karena persiapan hari H. Tapi lebih kepada kehidupan setelahnya Dev.
Nanti ga bisa lagi cerita susah atau sedihnya aku ke mamah. Ga bisa lagi jadi rexonanya mamah yang selalu sedia setiap saat. Ga bisa lagi ngerasain mie patrol yang dibikin mpah trus dimakan bareng-bareng dalam 1 wajan. Ga bisa lagi jajan seblak bareng Dinda, sore-sore naik motor. Ga bisa lagi nganter Abdan dan Fairuz beli sepatu, mainan, les, atau apalah yang kadang ogah-ogahan juga pas nganternya. Ga bisa lagi becanda, ngobrol serius atau apalah itu sama A Galih. Bukan ga bisa mungkin ya Dev, tapi akan sangat-sangat terbatas waktunya.

Dev... masih childish ya aku???

Selasa, 11 April 2017

Yang penting Happy

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Sahabat, happy ga kalian? Semoga dalam keadaan happy yaa.. Aku? Aku.. hmm pagi ini mah happy happy terharu sih. Semalam ku tidur jam 9, masih kebilang sore yaa tidur jam segitu. Iya, soalnya asa capek banget pulang ngajar langsung nyuci baju. Baju-baju punya sendiri aja padahal mah, tapi numpuk jadi banyak. Jam 12 malem kebangun, eh denger suara mamah sama mpah masih ngobrol gitu di ruang tengah, aku ? lanjut tidur lagi. 
Sekitar pukul setengah 4 pagi bangun, mandi, mulai heran. Kok rumah kayak ada yang beda ya? Oh meja makan dipindah. Ga begitu memperhatikan secara detail. Dan akhirnya baru tersadar sekitar jam 9 pagi, pas lagi nyapu di kamer abdan 'ngeh' bingkisan buat hari H kok ga ada.
Langsung berfikir, "Yaa Allah, pada dipindahin kemana sama mamah? Siapa yang ngebantuin mindahin? Kapan mindah-mindahinnya?"
Beres nyapu, langsung sms mamah. Ternyata semalem mamah yang beresin. Sepertinya mpah juga ikutan. Soalnya pas jam 12 malem kan masih denger suara keduanya. Acara bahagiannya siapa, tapi siapa yang banyak persiapannya. Ya Allah.. langsung terharu, malu.. malu ih.. Dulu waktu mamah nikah aja semua mamah yang handle sendirian (Soalnya mamah tinggal sama neneknya, jadi serba diurus sendiri kalau kata mamah). Nah aku? T_T
Langsung aku minta maaf sama mamah karena ga ngebantuin, "Gpp, yang penting happy" kata mamah.
Ga tau mesti bilang apa lagi selain ucap syukur alhamdulillah serta doa semoga mamah slalu disayang Allah.
Orangtua khususnya ibu pasti demikian yah kayaknya, slalu siap sedia untuk kita di kala susah maupun senang. Lagi sakit, yang nemenin ga tidur semaleman karena demam tinggi ya mamah. Padahal udah ku suruh buat tidur, karena ngompres sendiri juga bisa. 
Tapi ibu.. tetaplah ibu.. Ga akan tega anaknya susah sendirian.
Ibu.. tetaplah ibu. Yang dikala lelahnya ia tetap menomorsatukan keluarganya untuk diberi pelayanan.
Ibu.. tetaplah ibu. Meski di luar sana banyak restoran-restoran mewah dengan sajian masakan lezatnya tapi tetap tidak bisa mengobati kangen masakan ibu yang dibuat dengan penuh cinta.
Ibu.. tetaplah ibu. Yang ketika kita banyak diremehkan sekitar, ia slalu membesarkan hati kita, "Kamu tetap yang terbaik bagi ibumu nak, mereka tidak tau bahagia yang ibu inginkan."
Ibu.. tetaplah ibu. Bidadari tak bersayap anugerah terindah dariNya untukku.






Saaaaaayang ibu,
Devita Augina Hermawan

Minggu, 09 April 2017

Ibu.. Sukses ya! (3B)

Assalamu'alaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
Bagaimana kabarmu? Bagaimana semangatmu? Semoga dalam keadaan sehat dan masih terjaga dengan baik yah semangatnya. Malem ini tiba-tiba keingetan sama pesan dan kesan yang aku minta pada anak-anak siang tadi. Aku sudah menceritakan pada mereka bahwa kebersamaan aku dengan mereka mungkin ga akan lama lagi. I'll go with someone who will be my prince in my life, insyaallah. #Eaaa #GombalDikit

Semua pesan-pesannya sangat indah. Namun ada 5 yang sangat mengesankan bagiku, yang ketika membacanya hati serasa bergetar. (Bukan cenat-cenut yaaa, bisul yang cenat cenut mah). Dan.. inilah dia pesan-pesannya...

1. Dari Olla 3B
Yang pertama ini dari Olla, waktu baca ini aku jadi teringat sosoknya. Olla ini badannya tinggi, hampir sama tingginya dengan aku. Paling beda beberapa cm aja, tapi masih tinggi aku ya. Olla ini kalau pulang selalu sendiri, naik sepeda tipe BMX gitu. Dia berkesan bagiku, karena TPQ dan DTA nya dipegang olehku, jadi sering ketemu sama Olla ini. Dia baik, sopan, sayang ke teman-temannya yang lebih muda. Ah.. ibu pasti bakal kangen Olla. Terimakasih Olla, ibu akan slalu semangat. Insyaallah.

2. Dari Hapsya 3B
Namanya Nyi Dewi Hapsya. Hapsya sama seperti Olla, ia dipegang olehku di TPQ dan DTA nya. Tapi sekarang udah ga sama aku lagi deng TPQ nya, udah aku naikkan, dipindah ke kelas yang lebih senior pengajarnya yaitu ibu sundus. Mulanya risih banget karena Hapsya ini selalu nanya, "Bu, aku kapan dipindah ke bu sundus?" | "Nanti ya akhir januari.." | "Bu, kapan aku dipindahnya?" | "Minggu depan ya.."
Nanyaaaaa terus, sampe maafin ibu yaa Hapsya, pernah nyeletuk dalam hati "Ih ga betah amat apa ya diajar sama aku"
Sungguh.. maafin ibu ya nak.. maafin ibu, ternyata Hapsya bahagia sekali yaa setelah dipindah. Bukan maksud ibu menahan-nahan Hapsya supaya ga segera dipindahkan, tapi memang ibu rasa waktu itu belum saatnya Hapsya dipindah. Semoga cita-cita Hapsya yang sangat mulia itu (Jadi Guru Agama) terkabul yaa nak.. Aamiin

3. Dari Aisya 3B
Yang menyentuh dari pesan Aisya ini ialah di kalimat yang terakhir, "Selalu sehat yaaa Bu..."
Terimakasih yaa nak.. iyaa.. ibu akan jaga kesehatan slalu. Terimakasih Aisya..

4. Dari Zahra 3B

Tidak akan, Zahra... Ibu tidak akan lupa dengan perjumpaan kita. Ibu sangat senang dan bersyukur sudah dikasih kesempatan bersama-sama dengan keluarga Siti Fatimah. Ibu pasti akan kangen, kalian juga jangan lupa sama ibu yaaa..

5. Dari Fabi 3B

Dan pesan Fabi inilah yang paling-paling-paling bikin terenyuh.
Terimakasih Fabi, terimakasih suntikkan semangatnya, terimakasih remindernya tentang harus slalu berjuang.
Fabi betul, sangat betul bahwa hidup ini tidak boleh menyerah. Karena sesulit apapun hidup, Allah selalu ada bersama kita, ya kan Fabi?
Tetaplah jadi Fabi yang slalu berpemikiran seperti ini yaaa..
Berjuang.. berjuang.. berjuang..
Berdoa.. berdoa.. berdoa..
Hingga Allah subhanahu wata'ala yang akan merubahnya.


Itulah mereka. Ya, mereka adalah beberapa anak-anak kebanggaanku yang selama hampir 6 bulan ini mengisi hari-hariku. Dan selanjutnya adalah kamu. Iya, kamu. Hari-hariku mungkin akan terisi banyak bersamamu, insyaallah.



Dari seorang yang belum jadi ibu tapi sudah sering dipanggil ibu,

Devita Augina Hermawan








Kamis, 06 April 2017

Baju Shiva Najma

Assalamu'alaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
Apa kabar sahabat? Lama ya ga pernah nanyain kabar lagi. Padahal kata seorang teman, pernah bilang bahwa terkadang ada sebagian orang yang senang ketika ditanya bagaimana kabarnya, katanya sih dengan begitu mereka merasa diperhatikan. Semoga kita bisa menerapkan hal tersebut ya, biar orang lain atau sahabat-sahabat kita jadi senang..

Baju Shiva Najma. Ya. Jam setengah 11 tadi, aku di WA teh alin, katanya najma ngamuk ga mau pake baju selain baju shiva miliknya. Teh alin minta tolong supaya dicarikan baju tersebut di rumah, karena sepertinya baju tersebut tertinggal ketika mereka sekeluarga menginap disini seminggu yang lalu. Oh iya lupa, teh alin itu kakak iparku dan najma itu keponakanku. Najma selesai mandi jam 9 pagi, tapi sampai jam 10.30 tadi ia masih bubuligiran hahaha (Bubuligiran adalah tak pakai baju sama sekali). Kata teh alin, dari jam 9 sampai 10.30 tadi najma udah nangis, ngamuk sambil lari-larian, sampai kembali mainan air lagi. Dari rambutnya basah habis mandi sampe kering lagi itu rambut, najma keukeuh ga mau pake baju selain baju shiva. Subhanallah..

Pas dicari dan ternyata benar bajunya ada disini, langsung ku antar kesana. Dan ekspresi najma lucuuuuuu sekali ketika tau bajunya kini kembali..
“Naj.. Naj.. ini bajunya nih..” Ku tunjukkan bajunya pada najma yang lagi asik main air di kamar mandi sambil bubuligiran.
“Waaaah.. iyaaa.. bajunyaaa..” Jawab najma sumringah sambil langsung ninggalin semua mainannya di kamar mandi.
Dan akhirnya najma pun mau pake baju.

Baju Shiva Najma. Shiva itu tulisan
yang ada di bajunya.
Hahaha... itulah najma. Itulah anak kecil. Kadang ga sabaran, ga mau nerima apa yang ada dulu. Keukeuh, harus serba ada. Dikasih yang lain dulu tapi ga mau, padahal kan supaya dia ga masuk angin kalau kelamaan bubuligiran. Kan malah makin repot. Ya, itulah mereka. Balita yang fikirannya belum sampai kesana, akhirnya orangtua lah yang harus banyak bersabar. Mengalah. Masyaallah, kagum aku sama teh alin, bisaan banget ngadepinnya. Jadi bertanya sama diri sendiri, udah bisa sabar kayak gitu belum??

Selain itu jadi cermin juga buat kita, hmm aku mungkin khususnya. Yang sikapnya pada Allah masih suka sama kayak najma. Berdoa ingin sesuatu, ga dikabul-kabul, akhirnya ngambek. Ibadah ga semangat sebagai bentuk protes karena permintaannya ga dikabul. Padahal mungkin kata Allah, kita ini lagi disuruh sabar dulu, karena permintaannya lagi diproses. Atau ga, bisa jadi permintaan kita itu ga baik buat kita makanya Allah ganti sama yang lebih baik. Coba lebih banyak bersabar lagi, pasti akan ada waktunya kok Allah kabulkan permintaan kita. Kalau udah waktunya, dan Allah kabulkan.. kita pasti senang.. dan ekspresinya juga mungkin akan sama seperti ekspresi najma tadi...


“Waaaah.. iyaaa.. bajunyaaa..” J


Dari yang masih harus belajar banyak sabar,

Devita Augina Hermawan

Minggu, 02 April 2017

Mereka di Februari 2015

(Kiri-kanan) Aliv dan Rima
Edisi buka-buka folder foto di laptop. Nemu foto ini. Jadi ingin flashback ke masa-masa sebulan bersama mereka di 2015 silam. Aku perkenalkan mereka yaaa...

Namanya Alivia dan Rima. Dua gadis kecil yang selama sebulan nemenin sorenya aku di hari senin, selasa, dan rabu. Ya,  perkenalkan.. mereka adalah murid les privatku. Mereka dulu masih duduk di bangku kelas 4 SD. Mulanya yang menjadi guru les privat mereka adalah Gita, sahabat liqo ku. Tetapi karena selama sebulan itu Gita PKL di luar kota, maka aku lah yang diminta menggantikannya sementara waktu.
Alivia dan Rima adalah murid yang pintar dan juga aktif, selain itu mereka sopan dan lucu. Maka tak sulit bagiku untuk dekat dan kenal dengan mereka. Pasalnya aku ini termasuk ke dalam orang yang sulit untuk beradaptasi dengan orang dan lingkungan yang baru, tapi karena mereka nya yang memang supel maka Alhamdulillah sisi kelemahan ku tertutupi.

Raden Muthia Rima, ia lahir pada tanggal 23 Agustus 2004. Ia merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara. Rima si Princess Karima, ya, itulah julukan Rima dariku. Kalian ingin tau kenapa? Karena Rima selalu membuat cerita atau kisah-kisah yang pelakunya yaitu si Princess Karima. Rima tipikal anak yang penuh imajinasi. Ia suka sekali dengan cerita, kisah atau donger. Ia jago bikin cerita. Salah satu judul cerita yang Rima buat adalah ‘Princess Karima dan para Liliput kecil’, oh iya Rima juga suka berpetualang, tentu saja Alivia lah teman petualangannya. Satu hal lagi yang aku suka dari gadis kecil ini ialah ia memiliki hati yang tulus dalam bersahabat, maka tak jarang Rima ini selalu ngalah dan ga pernah marah kalau sahabatnya itu jahil padanya. Ia begitu penyayang. Rima juga punya hewan peliharaan. Hewan peliharaannya yaitu si Moci (Hamster albino) dan si Unyil (Kucing belang).

Si Unyil

Alivia Nursyandini. Ia lahir pada tanggal 05 Desember 2004. Aliv, itulah nama panggilannya. Julukanku untuknya ialah Queen Alivia. Hehehe. Persis seperti seorang ratu, kadang ga mau ngalah. Mungkin karena ia menyimpan satu kesedihan di hatinya, yang aku pun belum sempat tahu apa kesedihannya itu. Dia selalu terlihat ceria. Dia anak pertama, namun ia tinggal bersama nenek dan kakeknya. Orangtua nya berpisah, dan masing-masing telah menikah lagi. Oh ya, sama seperti Rima, Aliv juga punya hamster. Tapi aku lupa siapa nama hamsternya Aliv. Seinget aku pas terakhir ngajar mereka, hamsternya Aliv melahirkan. (Waaaah.. selamat yaa keluarga hamster Aliv..) ^_^
Sekarang masih hidup ga yaa hamster beserta bayi-bayi hamster itu? Wkwkwk

Aku kangen Aliv dan Rima,
Sekarang mereka pasti udah seperti anak remaja, udah kelas 6 menjelang masuk SMP. Hahaha pasti mereka badannya sudah lebih besar dari aku. Entah pengaruh makanan jaman sekarang mungkin bikin anak-anak usia SD badannya jadi gede-gede. Eh, apa karena akunya yang ga tumbuh-tumbuh yak? Hehehe

Aliv dan Rima (18 Februari 2015)

Semoga kalian jadi remaja yang mempesona yaa, bukan karena rupanya. Tapi karena kepribadian dan kecerdasannya. Kadev sayaaaang kaliaaaaan... J

Sabtu, 01 April 2017

Serius, Gi ?

Giiiiiiiii...
Seriusssaaaannnnn??
Aaaa aku juga seneng Gi dengernya.
Eh tapi, kamu yakin udah buang kuncinya?
Jangan-jangan kamu taro dan pas dia ngetuk pintu, kamu buka dehh.
Iyaaa Gi, aku tau kok dia yang kamu maksud itu siapa.
Udah hampir bosan dan hafal aku kalau kamu mulai cerita tentang harapan-harapanmu tentang dia.
"Aku yakin Dev, tanpa aku tau dulu dia itu siapa, dia pasti bakal datang. Bersama keluarganya akan datang menemui orangtuaku untuk mengutarakan niat baiknya. Meski aku pun ga tau datangnya kapan."
Gitu kan, Gi???
Iyaa Gi, sudah selayaknya kita sama-sama saling mendoakan yaaah.
Aku juga senang Gi, senaaang dengar kabar ini.
Btw, rumah terbaik pasti bisa memberikan pelayanan terbaik buat tamu nya Gi. Apalagi tamunya bakal menetap.
Kamu sudah bisa Gi?
Masak terong saja sampe gosong kan Gi? Hahaha
Semangaaat Gi, ku percaya tamu yang datang dengan cara yang baik pasti memiliki pemahaman yang baik pula. Dan, rasa maklumnya sama kamu pasti besar.
Barokallahu fiik, Gi 😊