"Tau akhirnya seperti ini, saya menyesal pernah kenal dia. Meski hanya tiga bulan. Dia memang tidak menjanjikan apapun, tidak menjanjikan akan datang ke rumah, tidak menjanjikan mimpi2 apapun pada saya. Tapi saya yang salah menempatkan harap. Hal ini yang bikin saya ragu waktu membolehkan seseorang untuk mengenalkan dia pada saya. Sekali lagi, saya takut nantinya saya terlalu berharap. Sebab ini bukan kali pertama bagi saya. Saya kecewa ketika tahu bahwa dia tidak hanya mencoba kenal dengan seorang wanita saja, yaitu saya. Ternyata ada sosok yang lain juga yang sedang ia dekati. Memang tak ada hak bagi saya untuk melarangnya. Saya terlanjur berbesar hati ketika dia sharing tentang hal-hal rumah tangga. Saya terlanjur GR, ketika dia bertanya pendapat saya soal komitmen-komitmen menuju sebuah ikatan pernikahan. Saya terlanjur GR dan mengira bahwa dengan ia bertanya begitu, maka membuktikan bahwa ia ingin serius dengan saya. Hanya pada saya.
Dan betapa sakitnya saya, saat ia saling tag tentang video2 yang berbau pernikahan pada seseorang wanita yang bukan saya.
Saya simpulkan ternyata ia tidak hanya kenal dekat dengan saya saja, dan mungkin pertanyaan-pertanyaannya pada saya pun ia tanyakan juga pada wanita lainnya.
Ia telah runtuhkan bongkahan es dalam diri saya, bongkahan es yang menyebabkan saya dipandang dingin terhadap laki-laki. Bongkahan es yang selalu jadi benteng saya untuk menjaga batas bergaul, berkomunikasi selain dengan mahrom saya.
Sekarang saya harus merenovasi ulang bongkahan es yang runtuh itu, seraya berdoa kepada Allah semoga bongkahan es ini kokoh, kuat, dan hanya bisa meleleh oleh orang yang tepat dan terbaik menurutNya."
Ya Allah, beri kesabaran dan kekuatan untuk sahabatku ini. Gantikan kesedihan hatinya dengan kebahagiaan. Berkahi hidupnya, semoga rasa sakitnya dan kesabaran ia atas rasa sakit tersebut, Engkau hitung sebagai ibadah ya Allah. Aamiin
Dan betapa sakitnya saya, saat ia saling tag tentang video2 yang berbau pernikahan pada seseorang wanita yang bukan saya.
Saya simpulkan ternyata ia tidak hanya kenal dekat dengan saya saja, dan mungkin pertanyaan-pertanyaannya pada saya pun ia tanyakan juga pada wanita lainnya.
Ia telah runtuhkan bongkahan es dalam diri saya, bongkahan es yang menyebabkan saya dipandang dingin terhadap laki-laki. Bongkahan es yang selalu jadi benteng saya untuk menjaga batas bergaul, berkomunikasi selain dengan mahrom saya.
Sekarang saya harus merenovasi ulang bongkahan es yang runtuh itu, seraya berdoa kepada Allah semoga bongkahan es ini kokoh, kuat, dan hanya bisa meleleh oleh orang yang tepat dan terbaik menurutNya."
Ya Allah, beri kesabaran dan kekuatan untuk sahabatku ini. Gantikan kesedihan hatinya dengan kebahagiaan. Berkahi hidupnya, semoga rasa sakitnya dan kesabaran ia atas rasa sakit tersebut, Engkau hitung sebagai ibadah ya Allah. Aamiin