Jumat, 08 Maret 2024

Ingin pulang (1)

Ya Allah, tiada cinta yang paling sempurna kecuali cinta Engkau kepadaku, hambaMu ini yaa Allah..

Ya Allah, Izinkan hamba untuk menginjakkan kaki di rumahMu (Baitullah), dan menghembuskan nafas terakhirku disana.. di tempat dan waktu yang mulia..

Ku titip semua yang kucinta dan semua yang mencintaiku padaMu, sebab hanya Engkaulah sebaik-baiknya penjaga.

Bekasi, 8 Maret 2024.

Selasa, 02 Agustus 2022

To : Gi (1)

 Gi.. apa kabar? Udah 4 tahun lamanya aku ga dengar kabarmu. How was ur marriage? Udah masuk di angka 5 yaa?

Masyaallah ga kerasa yaa Gi..

Kamu udah punya anak berapa Gi?

Maaf aku jarang menanyakan kabarmu, dan biasanya tanpa harus kutanyakan kabar terlebih dulu, kamu pasti akan bercerita panjang lebar padaku. 

Tapi 4 tahun ini aku kira waktu yang cukup lama, kamu menghilang bagai di telan bumi. Wkwkwk sibuk apa sih Gi?

Cerita yaa..

Aku kangen sama cerita-cerita kamu


Your bestie,

Dev

Kamis, 25 Oktober 2018

Enyahlah Rindu

Sebaik-baiknya Rindu ialah dengan mendoakan.

Biarkan, nanti juga Rindunya reda sendiri.
Berharap yang meredakan Rindu ini ialah yang saat ini ada di sisi.
Kalau tidak bisa saat ini, semoga pada Rindu-rindu yang nanti.

"Semoga selalu ada dalam lindungan Allah, semoga tercapai segala cita-cita yang baik. Semoga Allah selalu meridhoi."

Sahabat yang selalu mendoakan dari jauh.

Sabtu, 23 September 2017

Persembahan untuk kesayangan-kesayanganku

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarokatuh.

Kabarku alhamdulillah baik, insyaallah hari ini akan cek up kandungan lagi untuk yang ke 5 bulan. Senang, mau ketemu si dedek :)
Oh yaa, bagaimana dengan kabarmu sahabat? Semoga kamu pun dalam keadaan baik yaa.. Aamiin

Dua bulan kemarin sudah kuhabiskan ikut pelatihan Tata Boga di PPKD Jakarta Selatan. Maafkan ga cerita dari awal yaaah.. Tau-tau cerita pas udah selesai nya aja. Pelatihan yang aku ikuti dari tanggal 17 Juli 2017 s.d. 22 September 2017 kemarin. Tujuannya apa sih? Sederhana, pengen bisa lebih gesit lebih pinter masak buat keluarga. Buat anak-anakku nantinya. Tujuan yang lain-lainnya yaa itu bonus, syukur-syukur nanti bisa punya usaha. Aamiin

Apakah udah tercapai?? Alhamdulillah udah, meski mungkin masih sedikit di mata orang lain. Tapi bagi aku sih udah lumayan banget, minimal-minimalnya jadi tau kalau ternyata lada dan merica itu sama, cuma beda nama (Hahaha, kalian pasti shock yaaa, akan betapa bodohnya aku soal perdapuran?). Yaaa, inilah aku. Yang masih jauuuuuuuuh banget ilmunya tentang hal apapun, entah dapur, entah agama, entah tentang bersosial, entah tentang parenting, dll. Aku mah cuma punya modal niat mau belajar, tok. Meski kadang suka takut gagal juga sih kalau mau nyoba suatu hal.

Okeee, kembali ke soal pelatihan. Ikut Pelatihan Tata Boga ini ga gampang loh, mesti ikut seleksinya dulu. Seleksi psikotest sama wawancara gitu. Pas seleksi sempat ngedown sih lihat pesaing-pesaing nya yang ibu-ibu sudah berumur, karena ku pikir mereka pasti dah jago di dapurnya. Tapi bismillah aja.. ku jalani tes nyaa.. dan alhamdulillah ketrima juga, dari 90an yang daftar, alhamdulillah aku masuk di urutan ke 6 dari 20 orang yang diterima. Ga nyangka! sih, kok bisa yaaa??? Hehehe ku pikir ini hanya keberuntungan semata, bukan karena akunya yang pinter ngerjain soal tes atau apapun itu. Hmm mungkin ini karena jawaban dan ridhonya suamiku untuk aku ikut pelatihan ini. Makanya bisa lolos akhirnya.. dan tentunya, ga boleh disia-siakan..

Di awal-awal masuk pelatihan kondisi ku lagi hamil 3 bulan, morning sickness saat itu masih suka kerasa. Sempet watir ga kuat ikut pelatihan, tapi alhamdulillah banget si dedek ngertiin ibunya pisan. Sejak ikut pelatihan, morning sickness mulai jarang kerasa-kerasa lagi, paling-paling pegel kalau kelamaan berdiri. Tapi itu bisa diatasi, dan untungnya instruktur serta teman-teman sesama peserta pelatihan bisa memaklumi. Malahan mereka rata-rata care banget sama aku yang lagi jadi bumil ini, ku selalu diistimewakan. Jadi terharuuuu kadang-kadang.

Diajarin apa aja disana? Banyaaaakkkk.. Nanti yaa kalau ada kesempatan pengen ku share juga ilmu-ilmu yang didapat disana.  Kalau yang sekarang ini aku cuma ingin menyampaikan bahwa ridho dari suami itu penting dan pasti urusan-urusan kita akan mudah kalau suami ridho.
Aku persembahkan sertifikat pelatihan yang aku dapatkan ini untuk suamiku dan anakku yang sholih/ah.
Untuk suamiku yang slalu mendukung, bentuk dukungannya memang bukan seperti cheerleaders yang bawa pom-pom gitu yaaa.. Tapi dari kerelaannya ia untuk berangkat ke kantor lebih pagi dari biasanya karena mesti mengantar aku dulu ke tempat pelatihan, dari kerelaannya karena haknya dilayaniku jadi sedikit berkurang waktunya (Siang aku pelatihan, malem kadang udah capee jadi ga sempat bebenah rumah, maafkan), kesabarannya yang aku yakin sebenernya udah bete tingkat dewa dia teh kalau aku cerita suka duka selama pelatihan. This is for u, my lovely husband.. #cieeee
Selain untuk suami, ku persembahkan juga untuk dedek sayang yang ada di rahimku. Terimakasih atas dukungannya yaa dek, adek jarang rewel kalau lagi pelatihan. Ibun ga pernah mual-mual atau lemes yang parah karena adanya adek. Masyaallah, ibun bangga, insyaallah anak ibun adalah anak yang kuat. Buktinya dari usia 3 bulan s.d. 5 bulan di kandungan sudah ikut ibun belajar dan berjuang di PPKD, dan ternyata kita bisa.

Oleh karenanya bagiku saat ini, yang pangkatnya (cieee pangkat) nya udah makin naik level jadi seorang istri ,(bahkan mau jadi ibu) bukan cuma sebagai anak aja, keridhoan yang penting untuk dicari itu ridhonya suami. Mau kita suka apa engga, tetep mesti kejar itu ridho suami. Karena seorang muslimah yang menjalankan shalat 5 waktu, puasa di bulan ramadhan, dan menutup auratnya plus ditambah suaminya ridho terhadap dirinya, maka akan Allah persilahkan untuknya (muslimah tsb) masuk syurga dari pintu manapun yang ia inginkan.
Kelihatannya mudah yaa, tapi prakteknya amatlah berat tantangannya. Iyalah, hadiahnya syurga gitu loh.. Kalau gampang mah paling hadiahnya ciki taro ^_^

Sekian dulu yaaa sharing dari aku ini (sebenernya lebih banyak curhatnya sih yaaa) hehehehe

Terimakasih sudah mau mendengarkan dengan seksama yaa sahabat, karena terkadang perempuan itu hanya butuh didengarkan. Eaaa curcol lagi.


Wassalamu'alaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

Selasa, 01 Agustus 2017

Maafkan ibun, Sayang..

Dear Sayangku..

Ibun senang sekali, jumat kemarin Ibun bisa lihat kamu lagi di layar setelah menahan rindu selama 7 minggu. Kamu sekarang mulai tumbuh membesar, panjangnya kata ibu dokter sudah mencapai 8cm. Perut Ibun juga sudah mulai menonjol sedikit (Ga keliahatan, tapi kalau Ibun pegang sudah terasa). Ada rasa yang tak biasa kalau kata lagu mah (hehehe) saat jemari Ibun mengelus lembut perut Ibun. Ibun berpikir, "Disinilah mulai terjadi kehidupan seorang anak manusia."
Apalagi waktu lihat bentuk mu yang kini mulai nampak jelas seperti seorang manusia kecil, Ibun merasa saaaaaaaangat takjub dan bersyukur karena rahim Ibun dipercaya oleh Allah untuk mengandung seorang anak yang in sya Allah akan menjadi anak yang sholih/ah sekaligus jundulloh yang akan slalu siap membela agamanya.
Tetap sehat yaa Nak, disana..
Banyak yang mendoakan kita berdua supaya slalu sehat, ini kabar baik untukmu Sayang. Kabar baik bahwa sebelum dilahirkan pun sudah banyak yang medoakanmu.. Kamu beruntung.
Oh iyaa, terimakasih yaa Nak. Tiga minggu ini kamu bisa diajak kompromi (hehehe) alias jarang manja di perut, bisa ngertiin kondisi Ibun yang sekarang lagi ikut pelatihan. Kamu jarang manja lagi, Ibun jadi jarang mual-mual, pegel-pegel saat di tempat pelatihan. Tetap seperti ini yaa Nak.
Nak..
Satu hal yang mesti kamu ketahui dari sekarang, Ibunmu ini bukan wanita yang sempurna. Ibunmu ini sungguh hanya wanita BIASA. Ibunmu ini ga punya paras yang cantik, hatinya belum baik, kepintarannya pun masih rata-rata, secara fisik ga ada sesuatu yang istimewa deh, intinya dia ini punya banyaaaaaaaaaak sekali kekurangan bahkan menurutnya dia tak punya satu nilai lebih apapun. Oleh karenanya Nak, jangan pernah sekalipun kamu membanding-bandingkannya dengan yang lain. Karena kodratnya tetaplah sama seperti wanita pada umumnya, tidak sukaa dibanding-bandingkan, terlebih lagi dengan orang yang sangat disayanginya.
Semoga Allah bisa pertemukan kita dalam keadaan sehat dan normal di akhir januari atau awal februari nanti yaa Nak.. Aamiin allahumma aamiin


Empat minggu lagi, kita ketemu lagi yaa Sayaaaang :)





Seseorang yang lagi belajar banyak hal,
_Devita Augina Hermawan_

Selasa, 06 Juni 2017

Untuk Sayangku di masa mendatang

Bertahan Sayang.
Tetap disana.
Ibun disini juga akan berjuang.
Jangan pergi Sayang,
ibun butuh teman.
Jadilah teman kecil ibun kelak.
Yang akan setia mendengarkan cerita-cerita ibun,
sampai-sampai mungkin Sayang akan bosan dengar cerita ibun. Bahkan mungkin Sayang juga akan bilang ibun ini bawel. Haha tak apa, asal satu hal yang perlu kamu tahu bahwa bawelnya ibun adalah tanda bahwa ibun sayang padamu Sayang.
Ada banyak hal yang kadang membuat ibun ingin menyerah dalam hidup tetapi begitu tahu kamu akan hadir, ibun jadi dapat satu alasan besar kenapa ibun harus berjuang dan bertahan.
Bertahan Sayang..
Jangan lemah,
karena ibun disini akan menguatkan.




Salam sayang dari Seseorang yang ingin segera kau panggil ibun.

_Devita Augina Hermawan_

Selasa, 23 Mei 2017

Sebulan dengannya

Sebulan..
Sekarang udah sebulan Dev, ku hidup sama dia.
Seseorang yang dulu sebelum bertemu, namanya tak pernah kusebut dalam doa tapi sekarang di semua doaku namanya tak pernah absen kusebut.
dia lucu :)
Ketika aku memohon ampun atas dosaku, ku mohonkan juga ampunan untuknya pada Rabb yang maha mengampuni.
Ketika aku memohon dihadirkan kebahagiaan dan kelapangan hati, ku mintakan juga padaNya sebuah kebahagiaan dan kelapangan hati untuk dirinya.
Saat diri ini meminta kekuatan untuk istiqomah taat padanya agar bisa meraih ridhoNya, kuminta juga Allah istiqomahkan ia untuk slalu taat dalam menjalankan ibadah kepada Allah, karena dengan begitu ia pasti bisa membimbingku menuju jannahNya. Aamiin
Ku minta pada Allah agar meluaskan rizki kami berdua, rizki yang halal, berkah, dan melimpah.
Oh ya, kamu betul Dev. Banyak kejutan. Kejutan indah pastinya. Ya, indah. Karena diniatkan untuk ibadah kan Dev? Doakan aku yaa.. semoga slalu tetap merasa seperti ini.
Aku masih harus banyak belajar Dev. Menerima kekurangannya dan lebih memantaskan diri adalah pelajaran pertamaku. Bisa membahagiakannya dan menjadi seperti yang ia harapkan adalah target yang ingin kucapai, berharap dengan begitu ia ridho padaku.
Banyak hikmah dari menikah yang diniatkan untuk ibadah kepada Allah. Pasti kamu percaya itu juga kan Dev? Yaaa, satu diantaranya ialah pandanganku bisa lebih terjaga, hatiku juga. Ciyeeee
Pasca menikah, ga pernah lagi galau ala-ala akhwat yang di PHP-in sama ikhwan payah. Ga pernah lagi ada ikhwan iseng, centil, ga gentle berani modusin. Alhamdulillah.
Hari-hari juga rasanya produktif, meski jujur kadang ngerasa lelah juga. Tapi kalo inget pahala dari lelah yang dijalani itu besar, seketika semangat lagi. Jadi agak jarang pegang gadget, yang aku akui sumber dari tidak produktifnya hari-hariku sebelum menikah ialah gadget.
Intinya.. di satu bulan ini aku mau minta doamu Dev, dan doa dari semuanya. Semoga sakinah, mawaddah, warahmah itu bisa hadir di keluarga kecil kami (Someday semoga bisa jadi keluarga besar). Aamiin allahumma aamiin


Semoga hari-harimu slalu diliputi kebahagiaan,


---- Gi ----