Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarokatuh.
Kabarku alhamdulillah baik, insyaallah hari ini akan cek up kandungan lagi untuk yang ke 5 bulan. Senang, mau ketemu si dedek :)
Oh yaa, bagaimana dengan kabarmu sahabat? Semoga kamu pun dalam keadaan baik yaa.. Aamiin
Dua bulan kemarin sudah kuhabiskan ikut pelatihan Tata Boga di PPKD Jakarta Selatan. Maafkan ga cerita dari awal yaaah.. Tau-tau cerita pas udah selesai nya aja. Pelatihan yang aku ikuti dari tanggal 17 Juli 2017 s.d. 22 September 2017 kemarin. Tujuannya apa sih? Sederhana, pengen bisa lebih gesit lebih pinter masak buat keluarga. Buat anak-anakku nantinya. Tujuan yang lain-lainnya yaa itu bonus, syukur-syukur nanti bisa punya usaha. Aamiin
Apakah udah tercapai?? Alhamdulillah udah, meski mungkin masih sedikit di mata orang lain. Tapi bagi aku sih udah lumayan banget, minimal-minimalnya jadi tau kalau ternyata lada dan merica itu sama, cuma beda nama (Hahaha, kalian pasti shock yaaa, akan betapa bodohnya aku soal perdapuran?). Yaaa, inilah aku. Yang masih jauuuuuuuuh banget ilmunya tentang hal apapun, entah dapur, entah agama, entah tentang bersosial, entah tentang parenting, dll. Aku mah cuma punya modal niat mau belajar, tok. Meski kadang suka takut gagal juga sih kalau mau nyoba suatu hal.
Okeee, kembali ke soal pelatihan. Ikut Pelatihan Tata Boga ini ga gampang loh, mesti ikut seleksinya dulu. Seleksi psikotest sama wawancara gitu. Pas seleksi sempat ngedown sih lihat pesaing-pesaing nya yang ibu-ibu sudah berumur, karena ku pikir mereka pasti dah jago di dapurnya. Tapi bismillah aja.. ku jalani tes nyaa.. dan alhamdulillah ketrima juga, dari 90an yang daftar, alhamdulillah aku masuk di urutan ke 6 dari 20 orang yang diterima. Ga nyangka! sih, kok bisa yaaa??? Hehehe ku pikir ini hanya keberuntungan semata, bukan karena akunya yang pinter ngerjain soal tes atau apapun itu. Hmm mungkin ini karena jawaban dan ridhonya suamiku untuk aku ikut pelatihan ini. Makanya bisa lolos akhirnya.. dan tentunya, ga boleh disia-siakan..
Di awal-awal masuk pelatihan kondisi ku lagi hamil 3 bulan, morning sickness saat itu masih suka kerasa. Sempet watir ga kuat ikut pelatihan, tapi alhamdulillah banget si dedek ngertiin ibunya pisan. Sejak ikut pelatihan, morning sickness mulai jarang kerasa-kerasa lagi, paling-paling pegel kalau kelamaan berdiri. Tapi itu bisa diatasi, dan untungnya instruktur serta teman-teman sesama peserta pelatihan bisa memaklumi. Malahan mereka rata-rata care banget sama aku yang lagi jadi bumil ini, ku selalu diistimewakan. Jadi terharuuuu kadang-kadang.
Diajarin apa aja disana? Banyaaaakkkk.. Nanti yaa kalau ada kesempatan pengen ku share juga ilmu-ilmu yang didapat disana. Kalau yang sekarang ini aku cuma ingin menyampaikan bahwa ridho dari suami itu penting dan pasti urusan-urusan kita akan mudah kalau suami ridho.
Aku persembahkan sertifikat pelatihan yang aku dapatkan ini untuk suamiku dan anakku yang sholih/ah.
Untuk suamiku yang slalu mendukung, bentuk dukungannya memang bukan seperti cheerleaders yang bawa pom-pom gitu yaaa.. Tapi dari kerelaannya ia untuk berangkat ke kantor lebih pagi dari biasanya karena mesti mengantar aku dulu ke tempat pelatihan, dari kerelaannya karena haknya dilayaniku jadi sedikit berkurang waktunya (Siang aku pelatihan, malem kadang udah capee jadi ga sempat bebenah rumah, maafkan), kesabarannya yang aku yakin sebenernya udah bete tingkat dewa dia teh kalau aku cerita suka duka selama pelatihan. This is for u, my lovely husband.. #cieeee
Selain untuk suami, ku persembahkan juga untuk dedek sayang yang ada di rahimku. Terimakasih atas dukungannya yaa dek, adek jarang rewel kalau lagi pelatihan. Ibun ga pernah mual-mual atau lemes yang parah karena adanya adek. Masyaallah, ibun bangga, insyaallah anak ibun adalah anak yang kuat. Buktinya dari usia 3 bulan s.d. 5 bulan di kandungan sudah ikut ibun belajar dan berjuang di PPKD, dan ternyata kita bisa.
Oleh karenanya bagiku saat ini, yang pangkatnya (cieee pangkat) nya udah makin naik level jadi seorang istri ,(bahkan mau jadi ibu) bukan cuma sebagai anak aja, keridhoan yang penting untuk dicari itu ridhonya suami. Mau kita suka apa engga, tetep mesti kejar itu ridho suami. Karena seorang muslimah yang menjalankan shalat 5 waktu, puasa di bulan ramadhan, dan menutup auratnya plus ditambah suaminya ridho terhadap dirinya, maka akan Allah persilahkan untuknya (muslimah tsb) masuk syurga dari pintu manapun yang ia inginkan.
Kelihatannya mudah yaa, tapi prakteknya amatlah berat tantangannya. Iyalah, hadiahnya syurga gitu loh.. Kalau gampang mah paling hadiahnya ciki taro ^_^
Sekian dulu yaaa sharing dari aku ini (sebenernya lebih banyak curhatnya sih yaaa) hehehehe
Terimakasih sudah mau mendengarkan dengan seksama yaa sahabat, karena terkadang perempuan itu hanya butuh didengarkan. Eaaa curcol lagi.
Wassalamu'alaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
Kabarku alhamdulillah baik, insyaallah hari ini akan cek up kandungan lagi untuk yang ke 5 bulan. Senang, mau ketemu si dedek :)
Oh yaa, bagaimana dengan kabarmu sahabat? Semoga kamu pun dalam keadaan baik yaa.. Aamiin
Dua bulan kemarin sudah kuhabiskan ikut pelatihan Tata Boga di PPKD Jakarta Selatan. Maafkan ga cerita dari awal yaaah.. Tau-tau cerita pas udah selesai nya aja. Pelatihan yang aku ikuti dari tanggal 17 Juli 2017 s.d. 22 September 2017 kemarin. Tujuannya apa sih? Sederhana, pengen bisa lebih gesit lebih pinter masak buat keluarga. Buat anak-anakku nantinya. Tujuan yang lain-lainnya yaa itu bonus, syukur-syukur nanti bisa punya usaha. Aamiin
Apakah udah tercapai?? Alhamdulillah udah, meski mungkin masih sedikit di mata orang lain. Tapi bagi aku sih udah lumayan banget, minimal-minimalnya jadi tau kalau ternyata lada dan merica itu sama, cuma beda nama (Hahaha, kalian pasti shock yaaa, akan betapa bodohnya aku soal perdapuran?). Yaaa, inilah aku. Yang masih jauuuuuuuuh banget ilmunya tentang hal apapun, entah dapur, entah agama, entah tentang bersosial, entah tentang parenting, dll. Aku mah cuma punya modal niat mau belajar, tok. Meski kadang suka takut gagal juga sih kalau mau nyoba suatu hal.
Okeee, kembali ke soal pelatihan. Ikut Pelatihan Tata Boga ini ga gampang loh, mesti ikut seleksinya dulu. Seleksi psikotest sama wawancara gitu. Pas seleksi sempat ngedown sih lihat pesaing-pesaing nya yang ibu-ibu sudah berumur, karena ku pikir mereka pasti dah jago di dapurnya. Tapi bismillah aja.. ku jalani tes nyaa.. dan alhamdulillah ketrima juga, dari 90an yang daftar, alhamdulillah aku masuk di urutan ke 6 dari 20 orang yang diterima. Ga nyangka! sih, kok bisa yaaa??? Hehehe ku pikir ini hanya keberuntungan semata, bukan karena akunya yang pinter ngerjain soal tes atau apapun itu. Hmm mungkin ini karena jawaban dan ridhonya suamiku untuk aku ikut pelatihan ini. Makanya bisa lolos akhirnya.. dan tentunya, ga boleh disia-siakan..
Di awal-awal masuk pelatihan kondisi ku lagi hamil 3 bulan, morning sickness saat itu masih suka kerasa. Sempet watir ga kuat ikut pelatihan, tapi alhamdulillah banget si dedek ngertiin ibunya pisan. Sejak ikut pelatihan, morning sickness mulai jarang kerasa-kerasa lagi, paling-paling pegel kalau kelamaan berdiri. Tapi itu bisa diatasi, dan untungnya instruktur serta teman-teman sesama peserta pelatihan bisa memaklumi. Malahan mereka rata-rata care banget sama aku yang lagi jadi bumil ini, ku selalu diistimewakan. Jadi terharuuuu kadang-kadang.
Diajarin apa aja disana? Banyaaaakkkk.. Nanti yaa kalau ada kesempatan pengen ku share juga ilmu-ilmu yang didapat disana. Kalau yang sekarang ini aku cuma ingin menyampaikan bahwa ridho dari suami itu penting dan pasti urusan-urusan kita akan mudah kalau suami ridho.
Aku persembahkan sertifikat pelatihan yang aku dapatkan ini untuk suamiku dan anakku yang sholih/ah.
Untuk suamiku yang slalu mendukung, bentuk dukungannya memang bukan seperti cheerleaders yang bawa pom-pom gitu yaaa.. Tapi dari kerelaannya ia untuk berangkat ke kantor lebih pagi dari biasanya karena mesti mengantar aku dulu ke tempat pelatihan, dari kerelaannya karena haknya dilayaniku jadi sedikit berkurang waktunya (Siang aku pelatihan, malem kadang udah capee jadi ga sempat bebenah rumah, maafkan), kesabarannya yang aku yakin sebenernya udah bete tingkat dewa dia teh kalau aku cerita suka duka selama pelatihan. This is for u, my lovely husband.. #cieeee
Selain untuk suami, ku persembahkan juga untuk dedek sayang yang ada di rahimku. Terimakasih atas dukungannya yaa dek, adek jarang rewel kalau lagi pelatihan. Ibun ga pernah mual-mual atau lemes yang parah karena adanya adek. Masyaallah, ibun bangga, insyaallah anak ibun adalah anak yang kuat. Buktinya dari usia 3 bulan s.d. 5 bulan di kandungan sudah ikut ibun belajar dan berjuang di PPKD, dan ternyata kita bisa.
Oleh karenanya bagiku saat ini, yang pangkatnya (cieee pangkat) nya udah makin naik level jadi seorang istri ,(bahkan mau jadi ibu) bukan cuma sebagai anak aja, keridhoan yang penting untuk dicari itu ridhonya suami. Mau kita suka apa engga, tetep mesti kejar itu ridho suami. Karena seorang muslimah yang menjalankan shalat 5 waktu, puasa di bulan ramadhan, dan menutup auratnya plus ditambah suaminya ridho terhadap dirinya, maka akan Allah persilahkan untuknya (muslimah tsb) masuk syurga dari pintu manapun yang ia inginkan.
Kelihatannya mudah yaa, tapi prakteknya amatlah berat tantangannya. Iyalah, hadiahnya syurga gitu loh.. Kalau gampang mah paling hadiahnya ciki taro ^_^
Sekian dulu yaaa sharing dari aku ini (sebenernya lebih banyak curhatnya sih yaaa) hehehehe
Terimakasih sudah mau mendengarkan dengan seksama yaa sahabat, karena terkadang perempuan itu hanya butuh didengarkan. Eaaa curcol lagi.
Wassalamu'alaikum Warohmatullah Wabarokatuh.