Hari ini adalah esok yang mungkin
pernah kita impi-impikan. Coba inget-inget lagi deh, kapan kamu menginginkan
sesuatu atau berpikir tentang sesuatu tentang hal yang ingin kamu raih di
hari-hari selanjutnya dalam hidupmu, dan saat ini atau hari ini hal yang kita
inginkan tersebut sedang terjadi. Tapi kebanyakan dari kita, termasuk aku
mungkin malah mengeluhkan hal yang terjadi hari ini. Kita atau aku mungkin
lupa, bahwa jauuuuuuuh sebelum hari ini, aku pernah memimpikan akan terjadinya
hari ini.
Esok yang aku mimpikan saat
kemarin adalah hari ini, saat ini, atau sekarang-sekarang ini, atau rutinitas
hari-hari ini. Kemarin-kemarin dan kemarin-kemarinnya lagi, pernah berpikir
tentang enaknya hari esok jika aku sudah bekerja, tiap weekend atau 2 pekan
sekali bisa pulang ke rumah semauku. Tidak seperti saat kuliah yang jadwalnya
kebanyakan sampe hari sabtu di tiap semesternya.
“Enak kali ya kalo dah kerja,
bisa mandiri karena ga bergantung sama orangtua lagi, bisa ngasih ke orangtua
juga, bisa mengunjungi orangtua dengan jadwal yang rutin. Hmm.. ingin segera
esok rasanya.”
Dan hari ini, saat-saat ini, atau
sekarang-sekarang ini, esok yang aku impikan tersebut sedang terjadi. Pribadi
yang tak bersyukur rasanya jika hari-hari ini ku lalui dengan keluhan “Kok
kerja itu capek ya? Ah enak kuliah aja rasanya..”
Ya Allah.. bimbing aku untuk
terus menjadi pribadi yang selalu bersyukur atas setiap kehendak-Mu. Tegur aku
bila lupa dan mengeluh pada setiap “hari ini” yang mungkin sebenarnya ia adalah
“esok yang aku impikan”
Ditulis dengan diiringi penuh semangat pagi,
09 November 2015
Devita Augina Hermawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar