Ridho Allah bergantung pada Ridho Orangtua. Slalu aku ingat
dan aku camkan itu dalam benakku. Sahabat.. seberapa seringkah engkau minta doa
pada kedua orangtuamu? Banyak terbukti dari seluruh perjalanan hidupku bahwa
peran doa orangtua itu sangatlah besar. Aku mulai rutin minta didoakan oleh
orangtua sejak lulus SMP dan akan mengikuti ujian masuk SMA. Tiap hari sebelum
menjelang ujian masuk SMA, aku belajar dengan keras (Sebagai bukti ikhtiar
total) dibarengi dengan doa penuh pengharapan dan doa dari orangtua, utamanya
doa ibu.
“Mah.. doakeun neng nya, neng palay SMA di kota..
“Nya, ku mamah didoakeun. Tong hilap neng na oge kudu loba
ngado’a, mun bisa mah sing rajin shaum sunnah na.”
Hasilnya?
Alhamdulillah sesuai harapan. Hingga saat akan ujian kelulusan SMA sampai akan
interview kerja pun selalu aku libatkan peran doa dari orangtua, Karena bagiku
kunci ridho Allah yang utama itu ada pada ridho orangtua dulu.
“Mah.. Pah.. Doain neng yaa hari ini mau UN.”
“Mah.. Pah.. Doain neng yaa besok neng ujian kompetensi.”
“Mah.. Pah.. Doain neng yaa minggu depan neng mulai PKL.”
“Mah.. Pah.. Doain neng yaa hari ini mau seminar.”
“Mah.. Pah.. Doain neng yaa besok neng mau sidang
kelulusan.”
“Mah.. Pah.. Doain yaa tadi dapet panggilan kerja, besok
neng mau interview.”
Hampir semua prosesnya Allah permudah. Aku baru menyadari
hal itu sekarang. Yang aku ingat diantaranya kemudahan bisa masuk Diploma IPB,
yang meskipun hanya diploma tapi setidaknya di IPB, salah satu PTN gitu loh.
Hehe waktu itu banyak juga teman-temanku yang ingin masuk PTN tapi belum bisa
tercapai. Berikutnya yang aku ingat itu kemudahan ketika menghadapi ujian
kompetensi di kampus. Banyak yang lebih pinter, lebih rajin, lebih-lebih dari
aku deh, tapi ujian kompetensinya pernah belum bisa lulus sampai-sampai harus
remidial. Sedangkan aku yang biasa-biasa saja, alhamdulillah ga harus susah
payah remidial biar bisa lulus. Dapat tempat PKL yang dekat dari kampus dan
kostan sehingga ga perlu ngebebanin biaya lagi ke orangtua. Seminar yang
bener-bener ga kayak seminar, tapi malah kayak stand up commedy, lancaaaaar dan
ga mendebarkan seperti yang aku bayangkan sebelumnya. Kemudian sidang
kelulusan, muluuuuuus banget.. tenang.. pembimbing dan pengujinya baik banget,
ah mudah lah pokoknya. Sampai ke proses mencari kerja pun, aku libatkan
kekuatan doa dari orangtua di dalamnya. Dari 2 interview kerja, alhamdulillah
hanya 1 kali aku dinyatakan belum bisa bergabung. Sampai hari ke-11 aku bekerja,
aku rutin meminta doa kepada orangtua khususnya ibuku agar diberi kelancaran
bekerja.
Lalu wahai sahabatku...
seberapa seringkah engkau berdoa untuk kedua orangtuamu?
Yakinlah.. Doa seorang
muslim untuk muslim yang lain tanpa diketahui siapapun itu akan di aamiin-kan
oleh malaikat, dan secara tidak langsung engkau akan didoakan pula oleh
malaikat seperti doa kebaikanmu untuk muslim tersebut. Dahsyat bukan? Nah
apalagi berdoa untuk orangtua, mendoakan mereka-mereka yang telah ikhlas
membesarkan dan merawat kita. Bukankah itu suatu bentuk berbakti terkecil kita
untuk mereka? Ya, kalau lah kita belum bisa membalas jasa mereka, cukuplah kita
mendoakan mereka. Dan ingatlah kembali sahabat, bahwa doa anak yang sholih/ah
untuk kedua orangtuanya merupakan salah satu dari tiga perkara yang tidak akan
terputus amalannya meski orangtua kita telah meninggal.
Oleh karenanya
sahabat, berilah doa terbaik kita untuk keduanya.. dan mintalah doa terbaik
untuk kita pada keduanya.
Semangat,
Doa terbaik dariku
untukmu..
Semoga engkau bisa
menjadi penyejuk mata bagi kedua orangtuamu.
Aamiin
Ayo berbirrul walidain
J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar